Apakah Pasca Kebijakan Acuan Pembelian dan Penjualan Harga Barang Turun? Ini Hasil Sidak Mendag
Mendag Enggartiasto Lukita melakukan inspeksi, setelah pada pekan lalu mengeluarkan aturan mengenai harga acuan pembelian di petani.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pasar Grogol, Jakarta Barat, menjadi tujuan pertama Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita melakukan inspeksi, setelah pada pekan lalu mengeluarkan aturan mengenai harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen.
Ada tujuh komoditas yang diatur pemerintah dalam Permendag No. 63 Tahun 2016 tersebut meliputi beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai, serta daging.
Namun meski sudah ada harga acuan, nyatanya harga sejumlah komoditas di Pasar Grogol masih di atas harga acuan tersebut.
Untuk daging sapi misalnya, salah seorang pedagang, Aji menyebut harga daging sapi segar bagian paha belakang masih di kisaran Rp 120.000 per kilogram (kg), alias lebih tinggi dibandingkan harga acuannya di level Rp 105.000 per kg.
Pedagang lain menyebutkan, harga karkas atau daging sapi dengan tulang yang diperoleh dari rumah potong atau harga kulakannya masih tinggi mencapai Rp 90.000 per kg.
Harga jual sampai ke tangan konsumen pun masih di kisaran Rp 115.000 per kg.
Di lapak lain, pedagang sayur Sunardi (41) menyebutkan harga bawang merah masih mahal mencapai Rp 37.000 per kg.
Harga bawang merah ini juga masih di atas harga acuan bawang merah yang sebesar Rp 32.000 per kg.
Namun begitu, Sunardi mengakui ada penurunan harga dibandingkan beberapa pekan sebelumnya yang menacapai Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per kg.
“Bawang itu stabilnya di Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kg. Saya enggak tahu kenapa ini enggak stabil,” kata Sunardi kepada wartawan, Jumat (16/9/2016).
Komoditas hortikultura lain yang harganya masih mahal yakni cabai rawit merah tembus Rp 35.000 per kg dan cabai merah besar yang mencapai Rp 45.000 per kg.
Harga acuan untuk cabai rawit merah yaitu Rp 29.000 per kg, sedangkan untuk cabai merah besar yaitu Rp 28.500 per kg.
Menurut Sunardi, naik-turunnya harga komoditas sangat tergantung pada pasokan dari pasar induk. Ia mengaku biasa kulakan di pasar Kramat Jati, Jakarta.
“Kalau di sana stok banyak, bisa turun (harganya). Kalau stok sedikit, ya pasti naik (harganya),” kata Sunardi.
Enggartiasto yang dalam inspeksi tersebut didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, mengklaim, harga sejumlah komoditas di Pasar Grogol tidak mengalami gejolak signifikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pedagang-sayur-mayur-di-sejumlah-pasar-tradisional-di-batam_20160629_195639.jpg)