Rabu, 8 April 2026

LUAR BIASA. Ridwan Kamil Sering Jadi Saksi Pernikahan Warganya. Sehari Bisa Sampai 8 Acara

Di sela kesibukannya memimpin Kota Kembang, pria yang akrab disapa Emil itu beberapa kali hadir menjadi saksi pernikahan warga Kota Bandung

Editor: Mairi Nandarson
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menjadi saksi pernikahan salah satu pasangan warga Kecamatan Astana Anyar. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kehadiran pemimpin daerah dalam sebuah acara pernikahan tentu bukan pemandangan yang baru.

Namun, apa jadinya jika seorang wali kota datang menjadi saksi pernikahan, bahkan untuk orang yang tak ia kenali?

Itulah yang kini sering dilakukan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Di sela kesibukannya memimpin Kota Kembang, pria yang akrab disapa Emil itu beberapa kali hadir menjadi saksi pernikahan warga Kota Bandung.

Bahkan, kegiatan itu selalu ia bagi dalam agenda kerjanya.

Lantas apa yang mendasarinya selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam acara pernikahan?

"Tugas wali kota tidak hanya urusan administrasi, tidak hanya urusan teknis, tapi multidimensi.

Salah satunya, memberi kebahagian sosial. Sering jadi saksi nikah adalah tugas wali kota dari sisi sosial," tutur Emil di Bandung, Selasa (27/9/2016).

Dia mengatakan, setengah dari undangan pernikahan yang ia hadiri merupakan masyarakat Kota Bandung yang tak ada kaitan kekerabatan.

Namun, jika waktu memungkinkan, ia selalu menyempatkan hadir dalam setiap undangan.

"Saya banyak menjadi saksi nikah, setengahnya saya nggak kenal. Itu permintaan masyarakat, kalau waktunya memungkinkan, saya hadir," ujarnya.

Aktivitas serupa juga ia lakukan saat peringatan Hari Jadi ke-206 Kota Bandung pada 25 September 2016 lalu.

Tak tanggung-tanggung, Emil menjadi saksi delapan pasangan pernikahan di Kecamatan Astana Anyar.

Dia mengatakan, nikah massal itu merupakan salah satu agenda peringatan hari jadi Kota Bandung yang digelar jajaran Kecamatan Astana Anyar.

"Program tiap kecamatan beda-beda, ada pagelaran budaya, makan timbel terbanyak. Nah, yang paling spesial ada nikah massal, jadi saya hadir. Sekalian menyosialisasikan bahwa di pendopo kecamatan bisa dipakai untuk acara pernikahan warga," jelasnya. (Dendi Ramdhani)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved