Tak Sangka, Musim Mas Group yang Dulu Hanya Pabrik Sabun Kini Jadi Raksasa Kelapa Sawit

Menjadi raksasa perusahaan berbasis kelapa sawit di Tanah Air mungkin tak pernah dipikirkan oleh Musim Mas Group.

kontan.co.id
Musim Mas Group 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM- Menjadi raksasa perusahaan berbasis kelapa sawit di Tanah Air mungkin tak pernah dipikirkan oleh Musim Mas Group.

Pasalnya, sebelum tahun 1970, perusahaan yang berasal dari Tanjung Mulia, Medan, Sumatra Utara, ini hanyalah perusahaan produsen sabun.

Namun, inisiatif Anwar Karim, pendiri Musim Mas Group untuk membangun kilang minyak sawit tahun 1970 mengubah segalanya. Perusahaan ini bermetamorfosis menjadi perusahaan di sektor hilir kelapa sawit.

Perjalanan Musim Mas terbilang unik ketimbang perusahaan kelapa sawit besar di Tanah Air lainnya seperti Wilmar atau Sinarmas. Musim Mas boleh dibilang melawan kredo dan arus bisnis kelapa sawit yang lazimnya dimulai dari hulu lalu ke hilir. Maklum, grup usaha ini justru memulai dari hilir ke hulu. Perusahaan ini baru memiliki kebun sawit pertamanya di tahun 1988 dan saat ini lahannya mencapai lebih dari 120.000 hektare (ha).

Perusahaan milik taipan Bachtiar Karim ini memiliki pondasi kuat untuk mengarungi bisnis kelapa sawit. Terbukti, perusahaan ini bisa lolos dari krisis ekonomi yang melanda Tanah Air tahun 1998 dan 2008. Pasca krisis, kondisi perusahaan juga malah semakin ekspansif dari sebelumnya.

Strategi yang diusung perusahaan yang melantai di Bursa Saham Singapura ini dalam menghadapi krisis adalah terus fokus menggarap produk turunan kelapa sawit dengan berbagai jenis produk. "Kami selalu berusaha untuk berinvestasi sekecil apapun selama periode krisis tersebut terjadi. Hal ini yang membuat kami bisa terus bertahan dan menjadi pemain papan atas dalam bisnis kelapa sawit," ujar Togar Sitanggang, Senior Corporate Affairs Manager Musim Mas Group kepada KONTAN, pekan lalu.

Tiga Kunci Sukses

Berbicara soal strategi menangkal krisis, kunci Musim Mas Group berhasil lolos dari ancaman krisis karena sejumlah faktor. Pertama, cekatan dan cepat tanggap terhadap situasi bisnis yang bergerak dinamis. Togar menyatakan, Musim Mas percaya bila krisis ekonomi dan kesempatan datang secara bersamaan, sehingga hal ini harus dihadapi dengan bijaksana.

Kedua, meskipun Musim Mas dikenal sebagai perusahaan keluarga, namun hal ini tak membuat perusahaan ini menutup diri dari dunia luar. Faktor tersebut juga yang membuat perusahaan mampu bertahan dari terpaan krisis ekonomi. "Perusahaan ini mengembangkan bisnis dengan menggandeng orang-orang profesional untuk masuk dalam manajemen," ujar Togar.

Dengan menempatkan orang-orang profesional di manajemen, perusahaan ini pun berjalan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dan bahkan dijalankan oleh keluarga pemilik perusahaan.

Ketiga, Musim Mas sukses selamat dari krisis ekonomi 2008 lalu karena mengembangkan sustainability policy atau kebijakan berkelanjutan untuk tiap produk kelapa sawit yang dihasilkan perusahaan.

Togar menyatakan, bisnis kelapa sawit yang notabene adalah minyak nabati termurah di dunia begitu digemari masyarakat dunia. Hal ini membuat keberadaan kelapa sawit kerap ditolak negara produsen minyak nabati lain dengan alasan merusak lingkungan.

Musim Mas menyadari bahwa isu bisnis berkelanjutan akan menjadi topik hangat di kemudian hari. Itu sebabnya, sejak tahun 2004, Musim Mas mengikuti sertifikasi Roundtable Sustainability Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Prinsip keberlanjutan ini berhasil meyakinkan pangsa pasar kelapa sawit Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk menjadi pembeli tetap Musim Mas.

Kunci sukses ini membuat Musim Mas Group mampu mempekerjakan sebanyak 37.000 karyawan di 13 negara di seluruh dunia mulai dari Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika.

Strategi Ekspansi

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved