Kasus Kekerasan Anak di Bintan Tertinggi di Kepri, Ini Penyebabnya

Kasus Kekerasan Anak di Bintan Tertinggi di Kepri, ini Penyebabnya

Kasus Kekerasan Anak di Bintan Tertinggi di Kepri, Ini Penyebabnya
net
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Awal Januari 2016, seorang pelajar SMP di Kecamatan Bintan Timur korban kekerasan seksual mendadak dikeluarkan dari sekolah. Demi nama sekolah, pelajar tersebut kini terlunta-lunta mencari sekolah.

Belum lama, 6 September lalu, di Tambelan, siswa SD dipukul kepala sekolahnya menggunakan raket badminton. Siswa tersebut sakit berhari-hari akibat peristiwa kekerasan tersebut.

Dua contoh di atas, menjadi bukti, kekerasan anak masih sering terjadi. Data Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Indonesia (KPPAD) Kepri 2015, di Bintan, kekerasan anak berjumlah 26 kasus.

Dibandingkan Kabupaten Lingga, Anambas, Karimun, dan Natuna, Bintan masih terbilang tinggi dalam kekerasan anak. Di Lingga, Anambas, Karimun dan Natuna, sepanjang tahun lalu, kekerasan anak tercatat hanya 5 kasus.

"Ini artinya harus masih menjadi perhatian," kata Andi.

Dia menegaskan, di Bintan, usulan pembentukan komisi perlindungan anak indonesia sangat dibutuhkan. Namum perhatian terhadap itu masih minim. Dibandingkan dengan Lingga, Natuna, Karimun dan Anambas, Bintan masih terlambat.

"Kalau pemenuhan hukum kasus kasus kekerasan anak memang sudah berjalan. Tapi dalam perlindungan, masih minim," kata Andi. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved