Status Pekerja Penjaga Matak Base Beres, Soal Tunjangan Ini Jawaban Perusahaan

Nasib puluhan pekerja yang bertugas menjaga di sekitar Matak Base Area perlahan mulai menemui titik terang

Status Pekerja Penjaga Matak Base Beres, Soal Tunjangan Ini Jawaban Perusahaan
Tribun/istimewa
Pertemuan antara perwakilan security dengan perusahaan di aula kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Jumat (30/9/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Nasib puluhan pekerja yang bertugas menjaga di sekitar Matak Base Area perlahan mulai menemui titik terang. Dalam pertemuan di aula kantor Bupati Jumat (30/9/2016), perusahaan pemenang tender sepakat untuk menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Kesepakatan ini pun, dituangkan dalam berita acara rapat yang ditandantangani oleh Plt. Sekda Anambas, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmingrasi (Disnakertrans), perwakilan perusahaan dan perwakilan pekerja.

"Sudah ada pertemuan dan kesepakatan. Memang ada poin tuntutan yang perusahaan bersedia untuk menyanggupi. Sudah juga dibuat berita acaranya," ujar Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra Jumat (30/9/2016). Ia menambahkan, perusahaan pun tetap membuka ruang untuk melakukan konsultasi antara pekerja dengan perusahaan.

Dalam berita acara rapat juga disebutkan, tuntutan yang disampaikan oleh pekerja nantinya akan dibahas lebih lanjut sampai batas waktu yang disepakati dalam jangka waktu secepatnya antara kedua belah pihak.

Tidak hanya itu, berita acara tersebut merupakan hal yang tidak terpisahkan dari PKWT yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Kejelasan mengenai status security ini pun dibenarkan Andi (bukan nama sebenarnya) salahsatu perwakilan security yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, terdapat beberapa komponen yang menjadi perhatian perwakilan pekerja ini mulai dari tunjangan seperti tunjangan BBM, uang makan, transportasi, sampai kepada uang duka.

"Untuk kontrak kerja dengan perusahaan sebelumnya berakhir 30 September ini. Untuk ini sudah diakomodir dan sudah dituangkan pada berita acara. Mengenai tuntutan pekerja lainnya, nantinya akan dibahas lebih lanjut. Memang ada poin dalam komponen tersebut yang disanggupi oleh perusahaan. Seperti uang makan dari sebelumnya Rp 17.500 menjadi Rp 20 ribu," ungkapnya saat dihubungi.

Pihaknya pun tidak ingin berandai-andai ketika disinggung mengenai tuntutan pekerja bila akhirnya tidak bisa diakomodir perusahaan pemenang tender. Menurutnya, terdapat proses lebih lanjut mulai dari tingkat serikat pekerja sampai ke Pengadilan Hubungan Industrial untuk mencari solusi mengenai hal ini.

"Soal itu saya tidak putuskan sendiri. Karena ini berbicara menyangkut rekan-rekan pekerja yang lain. Namun demikian, ada proses yang bisa dilalui untuk itu," ungkapnya.

Dibagian lain, GA. Manager PT. Jaya Sakti Mandiri Unggul Musi Suharyono yang ikut dalam pertemuan tersebut membenarkan mengenai penandatanganan PKWT dengan 55 pekerja security tersebut.

Ada mengenai tuntutan pekerja, menurutnya pekerja tidak bisa membandingkan antara perusahaan sebelumnya dengan managemen perusahaan saat ini. Kendati demikian, tuntutan pekerja tersebut nantinya akan melihat kemampuan perusahaan.

"Kondisi saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi perusahaan sebelumnya. Karena, managemen juga sudah berbeda. Sesuai kontrak, perusahaan kami menang tender untuk jasa pengamanan di Matak Base Area terhitung sejak satu Oktober sampai 30 bulan kedepan," terangnya. (*) 

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved