INGIN Kerja di Perusahaan Startup? Pertimbangkan Dulu Untung-Ruginya
Menjelang penghujung tahun 2016, dunia startup Indonesia diramaikan dengan kabar kurang sedap mengenai, PHK.
Di startup, Anda tak perlu takut kesulitan mengeluarkan ide, sebab para karyawan diberi kebebasan untuk berkarya.
Bukan cuma itu, Anda juga bisa belajar menjadi pendiri startup langsung dari petingginya. Siapa tahu setelah keluar dari sana, Anda bisa membangunstartup sendiri?
Bisa dibayangkan kan, betapa kuatnya daya saing karyawan jebolan startup di dunia kerja? Bahkan sebelum meninggalkan perusahaan pun, para talentanya sering kali jadi rebutan recruiter perusahaan-perusahaan lain.
Oleh karena itu, selama kesempatan karier ini dimaksimalkan dengan baik, bekerja di startup tak perlu jadi kekhawatiran.
Bijak Dalam Memilih
Setelah memastikan bahwa Anda memiliki karakteristik karyawan startup yang dibutuhkan, kini saatnya memilih perusahaan startup yang paling cocok untuk Anda.
Menilik dari pengakuan para karyawannya, masing-masing perusahaan rupanya meninggalkan kesan yang berbeda-beda. Bahkan generalisasi masyarakat akan kultur startup yang santai tidak selalu terbukti.
“Tekanan pekerjaan tinggi, kurang bisa fokus karena banyaknya pekerjaan, jam kerja terlalu siang”
“Jam kerja sales manager yang tidak menentu, khususnya weekend. Pressure di kantor dari atasan yang tinggi.”
Berdasarkan testimoni-testimoni tersebut, Anda bisa melakukan perbandingan antar-startup terlebih dahulu—atau membandingkan antara startup dengan perusahaan korporat.
Meski isu PHK sedang kencang menerpa dunia startup, tak menutup kemungkinan peristiwa ini juga terjadi di perusahaan lain yang (katanya) lebih stabil.
Untuk itu, di manapun Anda melabuhkan pilihan, yang terpenting lakukanlah dengan bijak. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-cari-kerja_20160905_212426.jpg)