Sebaiknya Anda Tahu

Kenapa Anda Harus Bergerak 40 Kali Saat Duduk Seharian di Kantor, Ini Rahasianya

Duduk diam untuk jangka waktu lama dikaitkan dengan kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker dan kematian dini. Ini antisipasinya

Kenapa Anda Harus Bergerak 40 Kali Saat Duduk Seharian di Kantor, Ini Rahasianya
imgkid
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM - Duduk diam untuk jangka waktu yang lama dikaitkan dengan kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker dan kematian dini. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan bergerak sebanyak 40 kali.

Menurut lembaga kesehatan terbesar di Inggris NHS (The National Health Service), lama duduk diduga dapat memperlambat metabolisme, yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah, tekanan darah dan memecah lemak.

Sehingga, penyakit seperti diabetes tipe 2, obesitas, menjadi begitu “akrab” bagi mereka yang menghabiskan waktu lebih dari 14 jam sehari untuk duduk di kantor maupun perjalanan.

Menurut osteopati Xerxes Dalal, banyak juga orang mengeluhkan rasa sakit punggung setelah duduk sepanjang hari.
"Saya telah menemui begitu banyak pekerja kantor yang memiliki punggung buruk sebagai akibat dari stres, jam kerja yang panjang, dan duduk berlebihan,” katanya.

Walau begitu, ada cara mudah yang sebenarnya Anda bisa lakukan untuk menyiasati duduk lama agar tak berujung pada penyakit. Idealnya, Anda harus mengubah posisi sebanyak 40 kali per hari di tempat kerja, papar Dalal. Jadi jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan untuk tetap berada di kantor, cukup ubah posisi sebanyak 40 kali.

Bergerak 40 kali sehari terdengar seperti banyak sekali, tetapi jika Anda berdiri saat menerima panggilan telepon, menjauh dari meja Anda untuk rapat, mengambil minum di pantry atau membuat teh, pergi keluar untuk makan siang, memilih pergi ke kubikel kerabat untuk menyampaikan pesan ketimbang lewat telepon, jumlah itu pasti dicapai, tekan Dalal.

“Jadi, Anda hanya perlu berdiri atau berjalan saat ingin melakukan sesuatu, dan itu sudah cukup,” terangnya. (Kompas.com/Bestari Kumala Dewi)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved