Bocah Karimun Tewas Tenggelam di Kolam Renang, Ini Kejadian dan Lokasinya

Bocah laki-laki warga Teluk Air, Kecamatan Karimun, bernama Muhammad Wahyu Rabiulawal (11) tewas tenggelam di kolam renang milik Pak Zainal

Bocah Karimun Tewas Tenggelam di Kolam Renang, Ini Kejadian dan Lokasinya
net
Ilustrasi tenggelam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Seorang bocah laki-laki warga Teluk Air, Kecamatan Karimun, bernama Muhammad Wahyu Rabiulawal (11) tewas setelah tenggelam di dalam kolam renang milik Pak Zainal, Minggu (2/10/2016) sore.

Kapolsek Tanjung Balai, Kompol Wisnu Edhi Sadono yang dikonfirmasi mengatakan, terjadinya peristiwa nahas itu berawal disaat Wahyu dan adiknya diajak sang ayah, Anjas Suprapto pergi berenang yang teletak tak jauh dari kediaman mereka sekira pukul 15.00 WIB.

Karena masuknya waktu salat ashar, Anjas yang ingin menunaikan ibadah meminta kepada kedua anaknya untuk tidak kemana-mana. "Ayahnya ini kemudian pulang ke rumah dan minta anaknya untuk jangan kemana-mana. Kolam renang ini memang tak jauh dari rumahnya," jelas Wisnu, Senin (3/10/2016).

Namun entah apa penyebabnya, sepeninggal sang ayah, tiba-tiba pelajar SDLBN Karimun itu telah tejatuh ke dalam kolam. Disebutkan Wisnu, berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh pihaknya, adik Wahyu sempat memperingatkan untuk tidak meninggalkan tempat.

"Adiknya ini sempat ngomong 'jangan kesana Bang'," ujar Wisnu. Seorang pengawas kolam renang, Hardianti yang melihat Wahyu sudah menggelepar di dalam air langsung terjun dan mengangkatnya. Pengawas tersebut sempat melakukan pertolongan pertama terhadap Wahyu.

Suami Hardianti yang kebetulan berada di lokasi juga berusaha memberikan pertolongan. Wayhu yang diketahui masih bernapas kemudian segera dilarikannya ke Puskesmas Tanjungbalai untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayangnya di tengah perjalanan menuju Puskesmas, Wahyu menghembuskan napas terakhirnya.

"Suami pengawas ini seorang polisi. Korban meninggal saat dilarikan ke puskesmas. Di Puskesmas, pengawas kolam ini menghubungi saudaranya dan saudaranya itu yang mengabarkan pada ayah korban," papar Wisnu.

Meski tak kuasa menahan kesedihannya, Anjas mengaku telah mengikhlaskan kepergian putranya itu. Jenazah Wahyu kemudian dibawa pihak keluarga dan langsung di kebumikan keluarga pada Senin petang.

Disebutkan Wisnu, tidak ada laporan resmi yang diterima pihakknya terkait peristiwa tersebut. Namun saat ini pihaknya masih mendalami penyebab terjatuhnya korban ke dalam kolam. Wisnu menambahkan saat ini pihaknya baru meminta keterangan dari para saksi. Sementara keluarga korban yang masih dalam kondisi berkabung belum dapat dipanggil.

"Nanti kalau sudah tenang baru kita panggil. Dan tadi keluarga korban dan pemilik kolam sudah bertemu. Tidak ada laporan resmi tapi kita quick respon terhadap kejadian yang ada di masyarakat," katanya.

Kepada pengusaha kolam renang, Wisnu mengimbau agar memiliki pengawas. Sementara kepada para orangtua, Ia juga berpesan untuk lebih memperketat pengwasan terhadap anak mereka.

Dari pantauan tribun di kediaman Wahyu, di Teluk Air, rumah bercat kuning tersebut terlihat lengang. Sedangkan pemilik kolam renang yang dijumpai mengaku telah bertemu dengan keluarga Wahyu. Untuk penyelidikan, mereka telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Kita sudah serahkan ke polsek. Jadi kalau konfirmasi langsung saja ya kesana. Tadi keluarga korban sudah datang. Kebetulan korban ini masih ada hubungan keluarga," kata seorang pria yang dijumpai di lokasi kejadian. (*) 

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved