Formula 1

Hamilton Jadi Cibiran Netizen dan Sesama Pembalap. Begini Akibatnya

Banjirnya meme sindiran terhadap Hamilton sampai-sampai FOM turun tangan, mengimbau agar penggemar F1 menghentikan olok-olok tersebut.

twitter/Carlos Sainz
Meme Carlos Sainz tentang Lewis Hamilton 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SUZUKA - Pekan ini merupakan hari-hari yang terburuk bagi pembalap Mercedes Lewis Hamilton.

Sejak ia mengungkapkan kekecewaannya setelah gagal finis di Sepang, Malaysia, saat berada di urutan pertama, sikapnya itu langsung mendapat banyak kecaman.

Hamilton mengungkapkan kekecewaan seolah-olah dirinya sengaja "dipecundangi" tim karena mobilnya serintg bermasalah. Akibatnya, peluangnya untuk kembali menjadi juara dunia, semakin kecil dibanding rival yang juga kawan satu timnya, Nico Rosberg.

"Kenapa selalu harus saya...," kata Hamilton.

Pernyataan Hamilton ini membuat berang tim Mercedes karena mereka tidak pernah membeda- bedakan dua pembalapnya dan semua diberi peluang yang vsama untuk bersaing.

Apalagi, pada saat lomba di Sepang, Rosberg sempet tercecer di urutan 21 setelah mobilnya ditabrak Sebastian Vettel.

Mercedes mengungkapkan, tidak masuk akal mereka merusak kesempatan Hamilton untuk juara yang akhirnya diraih dua pembalap RedBull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen.

Sejak itu, Hamilton banjir kecaman. Berbagai meme tentang dirinya bermunculan di media sosial.

Bahkan, pembalap Torro Roso, Carlos Sainz, juga mengunggah meme wajah Hamilton seperti rusa. Diembeli tulisan yang menggelitik, "Mom, dia pikir dirinya manis.."

Banjirnya meme sindiran terhadap Hamilton sampai-sampai FOM turun tangan, mengimbau agar penggemar F1 menghentikan olok-olok tersebut.

Hamilton sepertinya merasakan bagaimana ia dipermainkan. Hal itu terlihat saat jumpa pers bersama sejumlah pembalap.

Selama konferensi pers, Kamis, menjelang untuk Grand Prix Jepang, seperti dilaporkan crash.net, pembalap Inggris ini terlihat tidak dihormati oleh pembalap lain.

Jumpa pers itu dihadiri Fernando Alonso, Carlos Sainz, Kimi Raikkonen, Pascal Wehrlein dan Jolyon Palmer.

Jumpa pers itu wajib dihadiri pembalap yang ditunjuk oleh penyelenggara F1. Jika tidak, sanksinya adalah denda.

Tidak seorang pun yang membela Hamilton meskipun tidak ada pembalap yang mengungkit- ungkit masalah Hamilton dan timnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved