Minggu, 26 April 2026

OTT Pungli di Kemenhub

Tiga PNS Kemenhub Jadi Tersangka Pungli. Ini Kronologis Lengkapnya

Selesai menggeledah tas Endang, para petugas pun menggiring Endang dan Asmi dari PT Swasta Lintas Anugerah, selaku pemberi suap, menuju lantai 12

Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan memberikan keterangan pers Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar (Pungli) oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Perhubungan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2016). 

Laporan: Fitri Wulandari

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengekspose Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar (Pungli) yang dilakukan tiga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Perhubungan, Rabu (12/10/2016).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan menjelaskan kronologis penangkapan ketiga oknum PNS tersebut.

Penangkapan pertama terjadi di lantai dasar di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Selasa (11/10/2016).

Dalam penangkapan di lantai dasar tersebut, satgas yang merupakan gabungan dari Polri dan Polda Metro Jaya menangkap seorang PNS.

"Kami menangkap seorang Pegawai Negeri Sipil Kementerian Perhubungan bernama Endang Sudarmono," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2016).

Endang dicokok saat menerima uang dari pihak swasta, yakni PT Swasta Lintas Anugerah.

Tidak hanya menangkap Endang, para petugas pun menggeledah tas miliknya.

Dari tas tersebut, ditemukanlah uang sebanyak Rp 4.500.000.

Selesai menggeledah tas Endang, para petugas pun menggiring Endang dan Asmi dari PT Swasta Lintas Anugerah, selaku pemberi suap, untuk menuju lantai 12

Setibanya di lantai 12, uang hasil Pungli ditemukan di meja Mezi yang tiada lain atasan Endang.

Petugas pun menangkap Mezi.

"Uang tersebut dikumpulin diatasannya, di meja saudara Mezi. Di sana kita temukan uang sejumlah Rp 68 juta, saldo (tabungan) sejumlah Rp 1 miliar akumulasi," beber Iriawan.

Petugas pun menyita uang senilai Rp 68 juta serta buku tabungan dan kartu debet yang ada di atas meja Mezi.

"Rp 68 juta dari saudara Mezi dan delapan buku tabungan BCA ataupun ATM yang ada di meja Mezi," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved