Tarif Baru UWTO Batam Jadi Pergunjingan Pengusaha Singapura? Ini Kata Ketua Kadin Batam
Penyesuaian tarif baru sewa lahan di Batam paska terbitnya PMK Nomor 148 tahun 2016, dikabarkan jadi pergunjingan pengusaha Singapura. Benarkah?
Penulis: Dewi Haryati |
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penyesuaian tarif baru sewa lahan di Batam paska terbitnya PMK Nomor 148 tahun 2016, tak hanya menimbulkan reaksi di kalangan asosiasi pengusaha di Batam. Lebih jauh persoalan itu juga ikut dibahas dalam Singapore Business Forum (SBF) bekerja sama dengan Kadin Indonesia Committe Singapore di Singapura, baru-baru ini.
Anggota forum ini sendiri merupakan investor asing, baik yang sudah berinvestasi di Batam maupun yang baru akan berinvestasi. Demikian hal ini dikatakan Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk kepada wartawan, Jumat (21/10/2016).
"Saya kemarin menghadiri Singapore Business Forum (SBF) dan Kadin Indonesia Committe Singapore. Di situ ada beberapa hal yang mereka sampaikan tentang Batam," kata Jadi.
Yang paling utama, berkaitan dengan masalah in konsistensi. Banyak investor yang mengeluhkan masalah ketidakpastian hukum di Indonesia, khususnya Batam. Terlebih paska penyesuaian tarif baru sewa lahan itu.
"Ada investor yang menyewa satu kawasan industri di Batam. Tak usah saya sebutkan dimana. Dia dapat informasi dari pemilik kawasan, akan ada perubahan harga sewa dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Alasan investor itu, kata Jadi, sebagaimana penjelasan pemilik kawasan industri, lantaran ada perubahan tarif sewa lahan di Batam. Perubahan tarif ini pula yang berimbas pada kenaikan tarif sewa di kawasan industri tersebut.
"Belum lagi soal medical guarantee seperti BPJS nya di Indonesia. Di Singapura itu BPJS cuma satu. Indonesia ada dua. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan," kata Jadi.
Diperparah lagi dengan masalah keamanan, demo dan lainnya. Menurut Jadi, untuk mengatasi suara-suara dari investor asing itu, BP Batam mesti kembali ke tujuan awal Presiden Joko Widodo melakukan pergantian pimpinan BP Batam.
"Tujuan pergantian itukan dimaksudkan untuk meningkatkan investasi di Batam. Caranya bagaimana? Ya kembali ke roh kebijakan Pak Jokowi," ujarnya. (*)
Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Sabtu (22/10/2016)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kunjungan-kadin-batam-ke-tribun-batam_20160105_175123.jpg)