Merasa Profesi Tercemar, Badut-Badut Profesional Protes Sosok Badut Dipakai untuk Kejahatan
Protes tersebut dikumandangkan ketika komunitas badut tersebut menghadiri konvensi tahunan di Mexico City, Meksiko, Jumat (21/10/2016).
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEXICO CITY - Ratusan badut profesional dari Amerika Latin mengecam sosok "badut menyeramkan".
Mereka merasa kondisi yang marak di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa, merugikan citra mereka.
Protes tersebut dikumandangkan ketika komunitas badut tersebut menghadiri konvensi tahunan di Mexico City, Meksiko, Jumat (21/10/2016).
Dalam aksi tersebut mereka meneriakkan, "kami badut, bukan pembunuh."
Para pelaku kejahatan berpakaian seperti badut dan menakut-nakuti orang, menyebar dengan cepat dengan bantuan media sosial.
Badut-badut yang menakutkan pertama kali dilaporkan ada di Amerika Serikat pada bulan Agustus lalu dan dengan cepat menyebar ke Inggris, Australia, dan Brasil.
Pekan lalu, lima remaja berpakaian seperti badut ditahan di Kota Mexicali, Meksiko.
Mereka berulah menakut-nakuti orang-orang dengan memakai kostum badut kelelawar.
Penampakan badut menyeramkan juga dilaporkan ada di Kota Queretaro.
Histeria selama beberapa minggu terakhir telah mendorong polisi di beberapa negara untuk meningkatkan patroli di luar sekolah.
Bahkan, di beberapa wilayah sejumlah toko kostum diminta untuk meniadakan topeng badut dari rak-raknya.
Sosok badut menyeramkan juga membuat restoran makanan cepat saji McDonald membatasi penampilan maskot badut Ronald McDonald di muka umum.
Namun naasnya, orang-orang yang mencari nafkah dari profesi ini harus berjuang kembali untuk hidup.
Mereka berharap bisa membuang citra negatif yang telah merugikan mata pencarian mereka.
Hoi hoi, seorang badut profesional dalam konvensi di kota Meksiko, mengatakan kepada Reuters, terdapat lebih banyak badut yang baik, daripada badut jahat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ratusan-badut-menghadiri-konvensi-tahunan-di-mexico-city_20161022_095711.jpg)