NEWS VIDEO Kabur dari ISIS, Gadis 10 Tahun Ini Tiga Hari Tak Makan dan Minum
Selama tiga hari itu, ia terus berpegangan pada ibunya. Merka terus berjalan sambil sesekali bersembunyi dari ledakan yang berkecamuk.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MOSUL - Upaya merebut kembali Kota Mosul, Irak Utara, dari tangan pasukan ISIS memunculkan drama mengharukan, Minggu (23/10/2016).
Aysha, bocah berusia 10 tahun ini dari wilayah Kafer, pinggiran Kota Mosul, Irak.
Ia sudah berjalan kaki tiga hari tiga malam meninggalkan wilayah itu tanpa makan dan minum.
Aysha akhirnya berhasil diselamatkan pasukan Irak dari wilayah yang dikuasai ISIS sejak 2014 lalu.
Selama tiga hari itu, ia terus berpegangan pada ibunya. Merka terus berjalan sambil sesekali bersembunyi dari ledakan yang berkecamuk.
Penderitaan Aysha berakhir ketika pasukan Irak menemukan ibu dan anak ini.
Meskipun lelah, ketakutan, depresi dan kelaparan, namun bocah ini berusaha menahan airmatanya.
Ia bahkan berusaha tersenyum kepada pasukan yang menggendongnya. Gadis kecil ini juga tahu rasa terima kasih, mencium kaki mereka.
Aysha sudah berjalan kaki sejauh 18 mil atau sekitar 24 kilometer dari kota Mosul.
Ia sudah yatim karena ayahnya tewas dibunuh oleh pasukan ISIS secara biadab.
Ibu dan anak ini kemudian melarikan diri sembunyi di pinggiran kota, sampai kemudian serangan udara pasukan sekutu, tanpa henti mulai membombardir, sejak Kamis lalu.
Gadis kecil ini dan ibunya kemudian meninggalkan wilayah yang berkecamuk itu. Berjalan tak tentu arah.
Mereka bahkan tidak tahu harus ke mana, kecuali menjauh dari wilayah perang.
Juru kamera televisi menggambarkan pertemuan Aysha kecil yang mengenakan T-shirt dan legging warna pink yang sudah kumal.
Ia diselamatkan oleh pasukan yang mengepung ISIS untuk melakukan operasi serangan darat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bocah-selamat-di-mosul_20161024_033037.jpg)