Senin, 4 Mei 2026

Penasihat Barack Obama Ini Kisahkan Dirinya Dijual Keluarga Indonesia di AS. Ini Kisahnya

Jauh sebelum ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat itu, Ima menjalani kisah sedih yang traumatis

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
Indonesianlantern.com
Ima Matul Maisaroh bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan mantan presiden AS Bill Clinton. 

Akhirnya semua diurusin, tiket, visa, paspor, dan semuanya. Setelah saya tiba di Amerika, saya dijemput keluarga tersebut, paspor saya diambil, saya dibawa ke rumahnya, latihan kerja cara-cara di Amerika," kata dia.

Seminggu kemudian, Ima ternyata diserahkan ke keluarga lain. Itulah yang kemudian dinilai sebagai transaksi perdagangan manusia.

Ima tidak menyadari bahwa saat itu dirinya sudah dijual ke pembeli yang membutuhkan tenaga kerja.

"Pertama-pertamanya sih biasa-biasa saja sebagai asisten rumah tangga. Tapi lama kemudian pekerjaan mulai banyak.

Saya bekerja dari pagi sampai malam, gaji juga nggak dikasih, majikan sering ngomelin, sering dipukulin, sampai parah sekali," kenangnya.

Ima bekerja dalam situasi tersebut selama tiga tahun. Kalau di negara lain seperti Hongkong atau Singapura, asisten rumah tangga mendapat satu hari libur per minggu, tetapi Ima mengaku ia tidak pernah mendapatkan hal tersebut. Ia pun sulit untuk melarikan diri.

Ia mengaku tak memiliki kebebasan sedikit pun.

"Saya bertahan selama tiga tahun. Kalau mau lari, mau lari kemana? Ini negara asing, uang juga nggak punya.

Jadi saya terpaksa tinggal bersama keluarga itu meskipun saya diperlakukan jahat sekali," tegasnya.

"Akhirnya saya tidak kuat diperlakukan seperti itu. Akhirnya saya menulis surat ke tetangga sebelah untuk minta pertolongan untuk kabur.

Saat itu (kemahiran) bahasa Inggris saya tidak banyak. Saya hanya nulis tolong bantu saya. Itu saja."

Ima bersyukur, karena tetangganya akhirnya menolong dia. Tetangga itu menolong Ima dengan tepat.

Ia diserahkan ke sebuah yayasan di Los Angeles yang mengurusi kasus-kasus seperti yang dialami Ima.

Ima langsung mendapat pertolongan dengan diberi fasilitas tempat, makan, dan fasilitas lainnya sehingga dia bangkit kembali.

Tahun 2012 Ima ditunjuk Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sebagai pahlawan dalam gerakan penghapusan perdagangan manusia dan perbudakan modern di Amerika Serikat dan di luar negeri pada saat acara Clinton Global Inisiative.

Tahun 2015, Ima ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Presiden Barack Obama pada permasalahan perdagangan manusia.

Pada 2016, Ima diundang sebagai pembicara dalam acara dengan Hillary Clinton di konvensi Nasional Demokrat tentang isu perdagangan manusia.(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved