Ketua DPD RI Terjerat Suap Gula

Yusril Bilang KPK Sengaja Jebak Irman Gusman

Cara yang utama dilakukan adalah dengan cara pencegahan, karena hanya KPK yang diberi kewenangan secara khusus melakukan pencegahan

Yusril Bilang KPK Sengaja Jebak Irman Gusman
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Saksi pihak terkait Yusril Ihza Mahendra mengikuti sidang uji materil di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (5/9/2016). Sidang pengujian materil Pasal 70 (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada mengenai cuti selama masa kampanye yang diajukan sendiri oleh Ahok tersebut beragenda mendengarkan keterangan dari DPR dan Pemerintah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penasihat hukum mantan Ketua DPD RI Irman Gusman, membacakan nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Yusril Ihza Mahendra salah satu tim pengacara Irman mempertanyakan penangkapan kliennya oleh Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, sejak awal, KPK tidak berniat mencegah tindak pidana, melainkan sengaja menjebak Irman lewat operasi tangkap tangan (OTT).

Yusril menjelaskan, KPK sudah melakukan pengintaian dan penyadapan sejak 24 Juni 2016.

Jika memang KPK punya itikad baik, maka mereka memberi tahu Irman bahwa ada penyadapan terhadap Direktur CB Semetsa Berjaya, Xaveriandy Susanto dan istrinya, Memi serta soal rencana pemberian hadiah atau janji.

"Masih ada waktu bagi KPK untuk melakukan pencegahan," kata Yusril.

Yusril menjelaskan, dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, diketahui tim KPK sudah tiba di rumah Irman pada Jumat 16 September sekitar pukul 20.00 WIB.

Irman baru sampai di rumah sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara penangkapan terjadi pada Sabtu 17 September sekitar pukul. 00.30 WIB.

Rencana penyerahan hadiah lewat sadapan sudah diketahui KPK sejak Jumat 16 September 2016 siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved