Teror Bom di Samarinda
Bocah Korban Bom Samarinda Membaik. Begini Kondisi Terakhir Trinity
Meski menderita luka bakar sebanyak 50 persen di tubuhnya, namun pernapasan bocah Trinity sudah ada perbaikan, dibuktikan suara tangisan Trinity
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - kondisi Trinity Hutahean (4), salah satu korban teror bom molotov di Gereja Oikumene Sengkotek Samarinda, berangsur membaik.
Direktur Rumah Sakit AW Sjahranie Samarinda, dr Rachim Dinata, mengatakan, Trinity sudah melewati masa kritis.
Meski menderita luka bakar sebanyak 50 persen di tubuhnya, namun pernapasan bocah Trinity sudah ada perbaikan, dibuktikan dengan suara tangisan Trinity.
"Pernapasan bocah Terinity sudah ada perbaikan. Itu dibuktikan karena dia sudah bisa menangis. Sebelumnya, dia harus melewati masa kritis dan kesulitan untuk mengeluarkan suara ketika menangis," kata Rachim, Selasa (15/11/2016).
Seluruh luka bakar yang ada di tubuh Trinity dibersihkan setiap dua hari sekali.
Perawatan tersebut memang menyakitkan bagi Trinity lantaran luka bakar yang dideritanya cukup parah.
Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan perawatan dengan jalan anastesi bahkan jika perlu operasi.
"Kami bersihkan lukanya dan kita beri salep, kami juga berikan antibiotik. Kami berusaha memberikan perawatan terbaik agar korban cepat pulih kembali. Bersyukur sekali mulai hari ini pernapasan korban sudah membaik," tuturnya.
Saat ini, Rachim masih menunggu dua korban lainnya yang sempat dirawat di RS IA Moeis Samarinda Seberang, yakni Alvaro Aurelius (4) dan Anita Kristobel (2).
Keduanya sudah mendapat perawatan di RS IA Moies, namun untuk perawatan lebih intensif, keduanya dipindahkan ke RS AW Sjahranie Samarinda.
"Kami tunggu dari pagi, mungkin siang ini kedua korban tiba. Di sana sudah dibersihkan, tapi untuk lebih intensif mereka akan dirawat di sini," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ibunda-salah-satu-anak-yang-menjadi-korban-ledakan-bom-di-depan-gereja-oikumene-menangis_20161114_073113.jpg)