Kamis, 16 April 2026

Warga Inggris Tersangka Pembunuh Polisi di Bali Ini Menangis di Pelukan Ibunya

Keluarga David yang datang secara khusus mengikuti persidangan ini adalah John Taylor, Jane Taylor dan Racel Taylor

Editor: Mairi Nandarson
Tribun Bali/Putu Candra
Keluarga David, yaitu John Taylor (bapak David), Jane Taylor (Ibu David) dan Racel Taylor (kakak David) saat di PN Denpasar mendampingi anaknya, Rabu (16/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR – Kedua orangtua David James Taylor terdakwa kasus pembunuhan polisi Aipda Wayan Sudarsa datang dari Inggris ke Bali.

Begitu sampai di Bali, David langsung menangis di pelukan sang ibu atas kasus yang kini menjeratnya ini.

Keluarga David yang datang secara khusus mengikuti persidangan ini adalah John Taylor (bapak David), Jane Taylor (Ibu David) dan Racel Taylor (kakak David).

Saat ditanyakan, ketiganya memilih bungkam terkait kasus yang menyeret anaknya.

Penasihat hukum David, yaitu Haposan Sihombing mengatakan, orangtua dan kakak David tiba di Bali sejak Kamis lalu.

Mendengar David terbelit kasus, ketiganya langsung terbang dari Inggris.

David James Taylor
David James Taylor, warga negara Inggris saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit Trijata, Denpasar, Bali, Sabtu (20/8/2016). David bersama temannya Sarah Connor warga negara Australia diduga melakukan pembunuhan terhadap Wayan Sudarsa seorang anggota Polisi polsek kuta.

"Selanjutnya Hari Jumat mereka ke Lapas Kerobokan menemui David," jelasnya, Rabu (16/11/2016).

Diceritakan Haposan, David dan keluarganya sudah lama tidak bertemu.

David telah lama hijrah dari Inggris, dan memilih tinggal di Australia bersama istrinya.

Lebih lanjut dikatakan Haposan, dalam pertemuan itu, David langsung dipeluk ibunya, mereka pun menangis.

"Jumat mereka ketemu di LP Kerobokan. Dalam pertemuan itu yang memeluk David pertama kali adalah ibunya.

Mereka berdua menangis. Selanjutnya mereka bertemu kembali hari Senin, Selasa dan hari ini (kemarin) di persidangan adalah pertemuan keempat mereka," ujar Haposan.

Dikatakan Haposan, John Taylor sangat sedih melihat anaknya tersangkut kasus dan kini menghuni sel tahanan.

Namun di sisi lain, pria yang menjadi pendeta itu merasa senang, anaknya mengakui apa yang telah diperbuat.

"Bapaknya David itu pendeta di Inggris. Dia (John Taylor) bilang ke saya, sangat sedih melihat anaknya di penjara.

Tapi dia senang David mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban," terang Haposan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved