Gempa di Aceh
Cari Korban Gempa Pidie Jaya, Basarnas Kirim Alat Pendeteksi Korban yang Masih Tertimbun
Dengan peralatan yang kami miliki, saya yakin mereka bisa. Mampu mendeteksi nyawa, bisa mengetahui dimana ada orang kita punya alatnya
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi bidang Operasi Badan SAR Nasional Mayor Jenderal Heronimus Guru mengatakan, pihaknya memiliki alat canggih untuk mendeteksi keberadan orang.
Alat tersebut telah dikirimkan ke Aceh untuk membantu proses pencarian korban yang masih hilang.
Ia mengatakan, sejauh ini sudah lebih dari 100 korban meninggal akibat musibah gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo yang terjadi, Rabu (7/12/2016) kemarin. Jumlah tersebut masih dapat bertambah.
"Dengan peralatan yang kami miliki, saya yakin mereka bisa. Mampu mendeteksi nyawa, bisa mengetahui dimana ada orang kita punya alatnya," kata Heronimus di Kompleks Parlemen, Kamis (8/12/2016).
Adapun yang menjadi lokasi target pencarian korban yaitu bangunan yang runtuh. "Sehingga nanti dengan alat itu, kita bisa membongkar bangunan dan mengambil orang. Mudah-mudahan bisa kita dapatkan," ujarnya.
Ia menambahkan, masa tanggap darurat yang telah ditetapkan yaitu hingga 20 Desember mendatang.
Namun, ia menegaskan, jajarannya siap untuk membantu proses pencarian apabila waktu tanggap darurat ditambah.
Ia mengatakan, sudah 113 personel Basarnas yang diperbantukan dalam proses pencarian korban.
Selain itu, ada dua helicopter yang juga diturunkan untuk pencarian. Sebelumnya BMKG mencatat telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,4 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh pagi tadi pukul 05.36 WIB, Rabu, 7 Desember 2016.
Pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km.