Beni Cabai Impor dari Cina Mengandung Penyakit Berbahaya. Begini Cara Mengatasinya
Benih tanaman impor ternyata bisa mengandung penyakit berbahaya yang bisa merugikan petani bila menanamnya. Hama penyakit yang timbul bersifat baru.
Dia menuturkan, kekayaan dan keanekaragaman hayati padi serta rakitan varietas unggul oleh petani dan peneliti Indonesia tidak kalah produksinya dibanding yang berasal dari manca negara.
“Kita punya banyak jenis benih loka yang sudah teruji dan terbukti tahan bahkan bebas penyakit, produksinya juga cukup baik," tegasnya.
Dengan itu, untuk pemerintah tidak ada alasan untuk mengimpor benih dari luar negeri apalagi resiko yang perlu dihadapi cukup besar.
"Para petani perlu difasilitasi, diajak dan diyakinkan bahwa tak selamanya benih impor lebih baik dari benih lokal," tegas Hermanu.
Petani Cina Ilegal
Sebelumnya, pihak imigrasi menangkap empat warga negara Cina karena kedapatan berprofesi menjadi petani ilegal.
Mereka menanam cabai di atas lahan seluas empat hektare yang berada di Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan hasil uji laboratorium yang diterbitkan oleh Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian setempat, benih cabai yang mereka tanam dinyatakan positif terinfestasi bakteri erwinia chrysantemi.
Bakteri ini adalah organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) yang dapat dimasukkan golongan A1. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/cabai-merah_20161002_165119.jpg)