Penghuni Rusunawa Top 100 Tembesi Mulai Ketar-Ketir Takut Tarif Sewa Naik

Penghuni Rusunawa Top 100 Tembesi, Batam mulai ketar ketir memikirkan kemungkinan kenaikan tarif sewa pada 2017 mendatang.

Penghuni Rusunawa Top 100 Tembesi Mulai Ketar-Ketir Takut Tarif Sewa Naik
tribunnews batam/ian pertanian
Rusunawa Top 100 Batam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Top 100 Tembesi, Batam mulai ketar ketir memikirkan kemungkinan kenaikan tarif sewa pada 2017 mendatang.

Kekhawatiran tersebut muncul karena BP Batam sudah menaikkan sewa lahan (meskipun ditunda).

Kekhawatiran juga dilandasi dengan kenaikan upah minimum kota (UMK) yang biasanya diiringi dengan kenaikan sejumlah layanan.

"Memang sampai saat ini belum naik. Tapi kami khawatir akan naik karena kenaikan UMK akan berpengaruh terhadap tarif sewa Rusun,"kata Enita, penghuni Rusunawa top 100 Tembesi, Jumat (16/12/2016).

Untuk fasilitas Rusunawa Top 100 Tembesi selama ini dirasakan warga yang tinggal sangat memadai.

"Kita sangat nyaman dan sangat enaklah tinggal disini, karena lokasinya sangat strategis, fasilitasnya juga sangat bagus, ditambah lagi letaknya yang sangat dekat dengan pusat perbelanjaan,"kata Enita.

Untuk fasiltas sendiri seperti air tidak pernah mati.

"Sampah juga tidak pernah menumpuk, kebetulan yang tinggal disini tidak seberapa jadi sampahnya juga tidak banyak, satu kali dua hari masih bisalah sampahnya diambil,''kata Enita.

Saat ini tarif sewa Rusunawa Top 100 Tembesi memang terbilang murah untuk Kota Batam.

Kalau untuk lantai dasar sebesar Rp 240 ribu per kamar perbulan, di luar air dan listrik.

Lantai dua Rp 225 ribu dan lantai tiga Rp 195 ribu perbulan.

"Untuk air dan listrik, warga yang tinggal bayar sendiri karena setiap kamar memiliki meteran masing-masing. Untuk listrik menggunakan pulsa prabayar,"kata Dwi, penghuni lainnya.(*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved