KPPAD Kepri: Tahun 2016 Banyak Anak Lakukan Tindak Pidana. Ada yang Ngaku Belajar dari Youtube

Kurangnya perhatian dan kasih sayang orangtua juga bisa menimbulkan tindak kejahatan pada anak, katanya

KPPAD Kepri: Tahun 2016 Banyak Anak Lakukan Tindak Pidana. Ada yang Ngaku Belajar dari Youtube
dok

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri mencatat, hingga November 2016 pihaknya sudah menangani 188 kasus yang melibatkan anak.

Dari 188 kasus yang ditangani KPPAD Kepri berdasarkan pengaduan dan penanganan itu, tercatat melibatkan 282 anak baik sebagai korban maupun tersangka.

"Ini belum semua data. Data yang ada ini baru sampai November 2016. Secara umum, jumlah anak yang menjadi korban mengalami penuruan.

Tapi, anak-anak yang melakukan tindak pidana seperti yang dilakukan orang dewasa malah meningkat," ujar Ketua KPAD Kepri, Muhammad Faisal, Selasa (20/12/2016).

Faisal menyatakan di Tanjungpinang dan Batam, kasus yang melibatkan anak adalah pencurian dan pencabulan.

Untuk pencurian, mereka melakukan secara bersama-sama atau berkelompok.

Hal seperti ini akan mendapat tindak pidana walaupun usia dibawah 14 tahun.

Tindak pidana yang dilakukan secara perseorang, akan mendapat toleransi dengan mengembalikannya kepada orangtua yang bersangkutan, tetapi karena dilakukan secara berkelompok maka harus diberikan hukuman pidana lebih dari 7 tahun untuk usia di bawah 14 tahun.

"Anak usia di bawah 11 tahun akan dikembalikan kepada orangtua atau dilakuan rehabilitasi terhadap anak.

Karena pada usia itu tidak bisa dilakukan tindak pidana.
Seperti yang pernah terjadi kasus pencabulan, hal itu dilakukan anak di bawah usia 11 tahun dengan teman bermainnya.

Halaman
12
Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved