Selasa, 14 April 2026

Pembunuhan Duta Besar Rusia di Turki

VIDEO: Detik-Detik Penembakan Dubes Rusia, Suara Jeritan Terdengar, Terduga Pelaku Ucapkan Ini

Video detik-detik penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov di Ankara, Senin (19/12/2016) menyebar luas di dunia maya, youtube.

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Video detik-detik penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov di Ankara, Senin (19/12/2016) waktu setempat menyebar luas di dunia maya, youtube.

Salah satu yang memposting video tersebut adalah Middle East Eye dengan durasi 1.19 menit.

Video dibuka dengan wajah Andrei Karlov saat berpidato di acara pembukaan pameran foto bertajuk "Rusia dari Pandangan Orang-orang Turki" di Gedung Cagdas Senat Merkezi, Ankara, Turki.

Sedetik kemudian terdengar suara gaduh tembakan dan wajah Andrei Karlov langsung tampak terkaget dengan gerakan tangan memegang bagian bawa dada sebelah kiri, kemudian langsung tergeletak di belakang podium, tempatnya berpidato.

Seorang pria bersenjata yang teridentifikasi dengan nama Mevlut Mert Altintas (22), polisi anti hura-hara, Ankara, Turki, yang berdiri di samping Andrei Karlov langsung berteriak dan berbicara dalam bahasa Turki dengan mengacungkan senjatanya ke depan dan keatas. 

Suara jeritan orang-orang juga terdengar dalam video tersebut.

Dari terjemahan yang dicantumkan Middle East Eye pada video tersebut dalam bahasa Inggris, kata-kata yang diucapkan Mevlut Mert Altintas sebagai berikut:

"Allahu akbar" : "Allah Maha Besar"

"Don't forget Aleppo" : "Jangan lupakan Aleppo"

"Don't forget Syria" : "Jangan lupakan Suriah"

"Don't forget Aleppo" : "Jangan lupakan Aleppo"

"Don't forget Syria" : "Jangan lupakan Suriah"

"As long as our land are insecure, you will not taste security" : "Selama tanah kami tidak aman, kamu tidak akan merasakan keamanan"

"Back off, back off" : "Mundur, mundur"

"Only death will take me from here" : "Hanya kematian yang akan membawa saya dari sini"

"Every one who has a share in this injustice will pay for it one by one" : "Siapapun yang telah menjadi bagian penyebab dari ketidakadilan ini akan membayarnya satu per satu"

Kemudian video ditutup dengan menampakkan kondisi di luar gedung dan jalan raya yang riuh dengan suara sirene polisi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved