Jumat, 24 April 2026

JAUH-JAUH dari Lamongan ke Batam Hanya Jual Terompet tapi Kalah Saing dengan Cina Punya

H-1 menjelang tahun, penjual terompet musiman di Batam ramai bermunculan di pinggir-pinggir jalan, pasar, dan pusat-pusat keramaian.

tribunnews batam/mona
Sahid dan rekannya, pengerajin dan penjual terompet di Batam yang berasal dari Lamongan, Jumat (30/12/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - H-1 menjelang tahun, penjual terompet musiman di Batam ramai bermunculan di pinggir-pinggir jalan, pasar, dan pusat-pusat keramaian.

Penjual terompet ini, ternyata tak hanya dari warga lokal Batam tetapi juga Lamongan, Jawa Timur.

Bahkan, sejumlah penjual terompet Lamongan tersebut sengaja datang ke Batam khusus untuk menjual terompet tersebut.

Mereka tinggal di rumah yang berada di Jl. Cahaya Garden, Bengkong Sadai, Batam.

"Kami datang dari Lamongan untuk jualan terompet saja. Setelah thun baru selesai, kami akan kembali ke kampung lagi dan melakukan kegiatan masing-masing. Ada yang bertani, ada pula yang tukang bangunan," ujar Sahid, satu di antara penjual terompet saat ditemui di Bengkong Sadai, Jumat (30/12/2016).

Dia menceritakan, terompet yang dijualnya merupakan hasilkan karyanya bersama ketiga rekannya yaitu Arif, Abdul Rahman, dan Imam.

Keterampilan membuat terompet merupakan warisan turun temurun keluarganya sejak lama.

Hanya saja, terompet yang sekarang dibuat lebih cantik baik dari sisi desain dan warna seperti naga.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 6.000 - Rp 25 ribu.

Harga ini disesuaikan dengan tingkat kerumitan dari setiap pengerjaan terompetnya.

Sahid mengatakan, dari kampungnya, tidak hanya dirinya yang merantau khusus jual terompet tapi juga banyak warga Lamongan.

Mereka merantau ke Kupang, Pontianak, Makassar, dan daerah lainnya untuk menjual barang yang sama.

"Tahun ini sepi dibandingkan dengan tahun lalu walaupun hujan. Kami juga bersaing dengan terompet impor dari Cina yang lebih tahan lama karena terbuat dari plastik. Kalah saing, terompet ini yang terbuat dari karton daur ulang. Barang yang setengah jadi dari Lamongan kami bawa kesini, di Batam baru designnya."(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved