Kamis, 16 April 2026

Bupati Selingkuh Digerebek

Tertangkap Selingkuh, Warga Katingan Tuntut Bupati Yantengli Mundur

Mereka mengutuk keras perbuatan asusila yang dilakukan oleh Bupati Katingan, H Ahmad Yantengli, yang tertangkap selingkuh dengan istri seorang polisi

Tribun Kalteng/faturahman
Warga Katingan demo menuntut Bupati Katingan mundur 

Laporan Wartawan Tribun Kalteng Faturahman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KATINGAN - Skandal perselingkuhan antara Bupati Kabupaten Katingan,H Ahmad Yantenglie, dan ASN yang bertugas di Rumah Sakit Amsyar Kasongan bernama Farida Yani mulai mendapat reaksi dari warga setempat, Jumat (6/1/2017).

Tribunkalteng.com yang memantau langsung ke Katingan menyaksikan sekelompok massa yang menamakan Masyarakat Katingan bersatu mengelar aksi di halaman Gedung DPRD setempat.

Mereka mengutuk keras perbuatan asusila yang dilakukan oleh Bupati Katingan, H Ahmad Yantengli, yang tertangkap basah selingkuh dengan istri seorang polisi.

Massa menggelar spanduk dengan berbagai macam tulisan meminta agar proses hukum yang dilakukan oleh Polda Kalteng bisa berjalan dengan benar.

Massa juga meminta agar Dewan Katingan mengajukan pemberhentian Bupati Yantengli ke Mendagri melalui Gubernur Kalteng.Aksi tersebut mendapat pengawalan polisi setempat.

Bupati Katingan jalani tes urine
Bupati Katingan, Ahmad Yantengli baju kaos hitam pakai topi, saat melakukan pemeriksaan urin di Mapolda Kalteng, Kamis (5/1/2017).

Digerebek Suami Selingkuhan

Penggerebekan Bupati Katingan yang digerebek bersama selingkuhannya di sebuah rumah kontrakan di Jalan Nangka Kasongan, Kabupaten Katingan, Kamis (5/1/2017) dini hari, berawal dari kecurigaan sang suami.

Beberapa warga yang tinggal di sekitar rumah kontrakan tersebut mengaku kaget ada suara ribut dini hari tadi.

Rumah kontrakan yang dipakai untuk tempat berselingkuh oleh Bupati Ahmad Yantenglie dengan PNS di RSUD Kasongan bernama Farida Yeni ini didobrak oleh suami Yeni sendiri.

Skandal ini berawal ketika suami Yeni, Aipda SL baru pulang bertugas dari Sampit, Rabu tengah malam.

Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas mengatakan, sesampai di rumah, ia tidak menemukan istrinya.

"Lantas suaminya mencari ke tempat kerja istrinya di RSUD, tetapi juga tidak ditemukan," kata Tato.

Suaminya kemudian berpikir untuk mencari ke tempat kos sang istrinya.

Sebab, beberapa hari sebelumnya, sang istri sempat berbicara akan mencari rumah kos.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved