Harga Cabe Rawit Masih pedas, Begini Cara Pedagang Makanan Mengakali

Semenjak harga cabe naik, saya memakai saus cabe untuk menggantikan cabe rawit sebagai selingan. Jumlah cabe rawitnya saya kurangi

Istimewa
Ilustrasi makan Cabai 

Laporan : Zahfri Suandi

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Masih bertahannya harga cabe pada Rp 70 ribu per kilogram, membuat pedagang makanan pusing.

Dari pantauan Tribun, pada Minggu (8/1/2017), beberapa pedagang mengeluhkan atas tingginya harga cebe, terutama cabe rawit.

Para pedagang mencoba mencari akal agar dagangan mereka tetap laku.

Beberapa alternatif yang dipakai pedagang makanan adalah menggunakan cabe kering karena harganya lebih murah.

Memang, cabe kering, pedasnya tidak sepedas cabe biasa, apalagi cabe rawit.

Namun hal itu terpaksa ditempuh untuk sementara waktu.

Pedagang lainnya ada yang mengganti cabe dengan saus sambal kemasan.

Asep, seorang pedagang gorengan, biasanya memasukkan beberapa butir cabe rawit jika pelanggan membeli gorengan.

Namun, sejak caber rawit mahalnya selangit, Asep menyelingi cabe rawit segar dengan saus sambal yang dibungkus dengan plastik.

Karena gorengan identik dengan cabe rawit, pembeli akan merasa tidak lengkap kalau makan gorengan tidak pakai cabe rawit.

"Semenjak harga cabe naik, saya memakai saus cabe untuk menggantikan cabe rawit sebagai selingan. Jumlah cabe rawitnya saya kurangi," katanya.

Untungnya, pelanggan dapat memahami karena mereka tahu harga cabe rawit saat ini harganya minta ampun, mahalnya.

Hal yang sama juga disiasati oleh ibu rumah tangga. Mereka menggunakan cabe kering sebagai pencampur karena harga cabe kering lumayan murah dibanding cabe segar.

"Kalau makan tidak pakai cabe terasa tidak enak, sehingga, walaupun mahal, tetap dibeli, namun porsi nya dikurangi. Jadi, kita campur dengan cabe kering. Kadang kita pakai saus sambal juga," kata Mong seorang ibu rumah tangga di Bengkong.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved