ABK Speed Boat yang Bawa Ribuan Ponsel Dipulangkan. DJBC Khusus Kepri Kini Buru Nahkoda

"Wilayahnya di Batam dengan tujuan Tembilahan," kata Winarko, Kamis (13/1) di Kanwil DJBC Khusus Kepri di Karimun

ABK Speed Boat yang Bawa Ribuan Ponsel Dipulangkan. DJBC Khusus Kepri Kini Buru Nahkoda
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
DJBC Khusus Kepri menunjukkan kotak-kotan handphone yang disita dari kapal speed boat yang dibawa dari Singapura. Nahkoda kapal yang membawa handphone ini kabur saat hendak diperiksa petugas, Senin (2/1/2017) lalu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - DJBC Khusus Kepri masih memburu nahkoda speed boat yang membawa ponsel dari Singapura, yang kabur saat kapalnya dihentikan petugas Senin (2/1/2017) lalu.

Kabid Penyidikan dan Penyimpanan Barang Bukti Kanwil DJBC Khusus Kepri, Winarko mengatakan, untuk pengejaran nahkoda yang diketahui berinisial A itu, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Bea Cukai Batam dan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Provinsi Riau.

"Wilayahnya di Batam dengan tujuan Tembilahan," kata Winarko, Kamis (13/1) di Kanwil DJBC Khusus Kepri di Karimun.

Speed boat itu membawa ribuan ponsel merk Xiaomi dari Singapura.

Mengenai adanya isu barang bukti hasil penindakan berupa handphone yang tersebar ke luar Kanwil DJBC Khusus Kepri, Winarko menepis dengan tegas hal tersebut.

"Barang bukti masih utuh dan ada di gudang yang berada di sebelah ruangan kami," ujarnya.

Empat ABK speed boat Azimut yang berhasil diamankan telah dipulangkan usai menjalani pemeriksaan.

Kepada petugas mereka mengaku hanya dibayar mengangkat dan ikut nahkoda saat membawa handphone itu.

"ABK sudah dipulangkan. Mereka hanya mengenal nahkoda sebatas nama panggilan saja. Mereka tidak tau banyak dimana asal si nahkoda," kata Winarko.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya mengatakan kasus penyelundupan handphone tersebut masih dalam proses penelitian pihaknya.

"Kita masih mengejar nahkoda dan sudah mengantungi identitasnya. Kita masih punya waktu 30 hari penelitian.
Sekiranya kita bisa tangkap maka akan kita sidik. Apabila tidak, maka handphone dan sarana pngangkut akan ditetapkan sebagai barang milik negara atau BMN," kata Parjiya.

Diberitakan sebelumnya akibat ketakutan saat dikejar patroli Bea dan Cukai saat berupaya menyelundupkan handphone dari Singapura tanpa dokumen lengkap, nahkoda speed boat Azimut mengkandaskan kapalnya di Pulau Kepala Jerih, Senin (2/1/2017) lalu sekira pukul 14.00 WIB.

Meski petugas telah melepaskan tembakan peringatan namun nahkoda berhasil kabur. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved