Sabtu, 9 Mei 2026

Kapolres Anambas AKBP Junoto Kesal. Namanya Dicatut Untuk Minta Uang ke Pengusaha

Kapolres kesal karena kasus serupa bukan pertama ini saja terjadi, setidaknya sudah terjadi empat kasus dengan modus serupa

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Kapolres Anambas AKBP Junoto saat tiba di Pelabuhan Pemda Sabtu (17/12) beserta rombongan. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Aksi penipuan nampaknya tidak mengenal pangkat dan jabatan.
Kapolres Anambas, AKBP Junoto yang baru menjabat di Anambas sudah menjadi korbannya.

Ia mengaku geram saat mengetahui namanya dicatut orang tak bertanggungjawab untuk meminta sejumlah uang kepada sejumlah pengusaha di Anambas.

Beruntung peristiwa yang terjadi sebelum malam pergantian tahun itu, tidak sampai menelan kerugian, karena pengusaha itu langsung menemui Kapolres diruang kerjanya.

"Saya kaget ketika Beliau (pengusaha,red) menemui saya di ruang kerja. Kami awalnya sama-sama kurang memahami maksud percakapan.

Sampai pada akhirnya, yang bersangkutan menceritakan kronologis kejadiannya," ujarnya kepada sejumlah awak media Jum'at (13/1/2017).

Meski tidak menyebutkan secara spesifik siapa nama pengusaha Anambas yang hampir menjadi korban penipuan tersebut, namun Junoto mengatakan nominal angka yang diminta oknum tidak bertaggungjawab tersebut mencapai angka ratusan juta Rupiah.

Kapolres tidak berdiam diri mengetahui namanya dicatut. Ia mencoba melacak nomor oknum yang menelpon pengusaha di Anambas yang mengaku sebagai dirinya itu.

Alangkah terkejutnya Kapolres, ternyata nomor tersebut berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Kapolres kesal karena kasus serupa bukan pertama ini saja terjadi, setidaknya sudah terjadi empat kasus dengan modus serupa.

Karena itu, Ia mengimbau masyarakat Anambas tetap waspada akan berbagai modus penipuan seperti itu.

"Kami sempat tracking (lacak,red). Nomornya bukan wilayah Kepri, melainkan Depok Jawa Barat. Yang saya heran, dari mana dapat nomor saya itu.

Saat bertemu pengusaha yang datang ke ruangan saya itu. Saya sempat tunjukkan nomor saya yang 24 jam aktif.
Beliau kaget, bukan kasus yang di Tarempa ini saja. Total dengan Tarempa, ada empat kasus dengan modus serupa.

Dua di Kecamatan Palmatak, dua lagi di Tarempa dan Jemaja. Karena itu kami imbau masyarakat, khususnya masyarakat Anambas waspada akan berbagai modus yang kerap dilancarkan. Jangan mudah percaya," katanya.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Sabtu, 14 Januari 2017

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved