Polisi Karimun Akan Razia Pedagang Mercon Jalanan. Ini Alasannya

Kepada para agen mercon untuk perayaan Imlek, Armaini meminta agar tidak menjualnya ke sembarang pedagang

Polisi Karimun Akan Razia Pedagang Mercon Jalanan. Ini Alasannya
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Kapolres Karimun, AKBP Armaini didampingi Asisten Bupati, M Tang, Dandim 0317/TBK, Letkol Inf. I Ketut Artasuyasa, dan Danlanal TBK, Letkol P Titok Irianto, usai pertemuan pengamanan Imlek, Senin (16/1/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kapolres Karimun, AKBP Armaini menegaskan pihaknya akan merazia penjual mercon atau petasan di pinggir jalan selama masa perayaan tahun baru imlek 2568.

Kepada para agen mercon untuk perayaan Imlek, Armaini meminta agar tidak menjualnya ke sembarang pedagang.

Untuk memastikan hal tersebut, Ia memerintahkan seluruh polsek di jajarannya agar melakukan penindakan apabila menemukan penjualan mercon di lokasi yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan.

"Nanti saya akan razia kalau ada yang di pinggir jalan.

Kepada polsek-polsek saya minta untuk mengantisipasi masalah mercon ini," kata Armaini saat pertemuan pengamanan Imlek bersama instansi terkait dan tokoh-tokoh masyarakat di Ruang Rupatama Polres Karimun, Senin (16/1/2017).

Armaini juga menegaskan akan menindak warga yang meledakan mercon di lokasi dan waktu yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Ia menyebutkan jika mercon yang dapat digunakan dalam perayaan hanyalah mercon yang berdaya ledak rendah dan tingkat kebisingannya tidak tinggi.

"Jangan karena masalah kesenangan menimbulkan korban. Nanti anak-anak akan menjadikan mercon sebagai mainan.

Di daerah lain sudah banyak contohnya mercon memakan korban. Anak-anak melemparkan pada pengendara yang lewat, meskipun niatnya untuk main-main," kata orang nomor satu di Kepolisian Karimun itu.

Dalam pertemuan itu disepakati, mercon hanya dijual di vihara atau kelenteng serta toko yang telah ditunjuk untuk menjualnya.

Mengenai kapan masyarakat dapat menggunakan mercon, hanyalah di waktu perayaan keagamaan atau adat istiadat.

"Kita jual di kelenteng saja dan satu toko saja di daerah Balai. Kita tidak jual pada pengecer. Waktu penggunaan juga dibatasi jangan sampai jam dua atau jam tiga," kata Apu, seorang penyuplai mercon di Karimun. (*) 

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Selasa, 17 Januari 2017

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved