Rabu, 8 April 2026

Warga Tionghoa Meral Karimun Gelar Bazar Imlek. Ini Barang-Barang Unik yang Dijual

Menyambut tahun baru Imlek 2568 pada 28 Januari mendatang, masyarakat Tionghoa di Kecamatan Meral menggelar bazar Imlek.

tribunnews batam/rachta yahya
Menyambut tahun baru Imlek 2568 pada 28 Januari mendatang, masyarakat Tionghoa di Kecamatan Meral menggelar bazar Imlek. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Menyambut tahun baru Imlek 2568 pada 28 Januari mendatang, masyarakat Tionghoa di Kecamatan Meral menggelar bazar Imlek.

Bazar tersebut dipusatkan di halaman Kelenteng Zhu Wang Miao atau Cetiya Vidya Sagara, jalan Ahmad Yani.

Bazar tersebut sudah dimulai sejak 7 Januari lalu dan akan ditutup pada Minggu (22/1/2017) malam.

Layaknya sebuah bazar, pelbagai jenis dagangan diperjual-belikan di sana seperti pakaian, sendal, perhiasan, ornamen-ornamen cantik bernuansa Imlek, asesoris dan sembako diantaranya beras dan gula.

Sementara di bagian luar bazar pelbagai jenis makanan siap menggoda selera.

Harga yang ditawarkan cukup bersaing dan berada di bawah harga pasar.

Beras misalnya, di pasaran dijual Rp 300 ribu lebih, di bazar Imlek tersebut hanya dijual Rp 250 ribu per karung seberat 25 kilogram.

“Murah berasnya, di luar bisa Rp 300 ribu lebih, di sini cuma dijual Rp 250 ribu per karung isi 25 kilogram,” ujar Irma, seorang pengunjung, Jumat (20/1/2017) malam.

Begitu juga dengan jenis barang dagangan lainnya seperti sendal dan sepatu dilego mulai dari Rp 40 ribu.

Pakaian kaos dibanderol puluhan ribu saja.

Para pengunjung tidak hanya datang dari warga keturunan Tionghoa melainkan warga Karimun lain, sejumlah pengunjung umat Muslim pun nampak meramaikan.

Bahkan Tini, pengunjung bela-belain datang dari Kecamatan Tebing untuk sekedar “cuci mata”.

“Saya dari Tebing, khusus datang ke sini, ditemani suami dan kawan-kawan,” ujar Tini.

Menurutnya ornamen-ornamen cantik bernuansa Imlek cukup menggoda.

Namun begitu, Tini menyarankan pengelola agar pada masa-masa akan datang menggelar acara serupa di tempat yang lebih luas lagi.

“Misalnya di lapangan bola, areanya lebih luas, pasti yang dijual juga akan banyak dan variatif lagi dari yang sekarang. Selain itu parkirnya juga akan lebih luas biar tak macet seperti sekarang,” sarannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved