Pelaku Usaha Pariwisata Sambut Baik Kehadiran Bandara Jemaja. Ini Alasannya
Ethan yang kerap membawa wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk aktivitas diving ke Anambas
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Pelaku usaha di bidang pariwisata meminta pemerintah daerah membenahi transportasi.
Pembenahan yang diinginkan pelaku usaha adalah kejelasan layanan transportasi.
"Potensi pariwisata Anambas boleh lah. Tapi soal, transportasi perlu pembenahan," ujar Ethan, satu dari pelaku usaha pariwisata kepada Tribun Minggu (22/1/2017).
Ethan yang kerap membawa wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk aktivitas diving di Anambas ini pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan terkait transportasi beberapa tahun lalu.
Tiket pesawat dari Tanjungpinang yang sudah dipesan, tidak bisa digunakan karena pesawat tidak berangkat, yang menurutnya, tanpa alasan yang jelas.
Ia terpaksa harus merogoh kocek pribadinya untuk menampung tamu akibat penundaan sepihak ini.
Ethan mengapresiasi hadirnya bandara di Jemaja, termasuk dengan pesawat komersil di Bandara Khusus Palmatak.
Menurut Dia, transportasi udara pilihan ideal bagi wisatawan, khususnya yang ingin melakukan diving.
"Pakai kapal laut, waktu tempuh jadi pertimbangan. Lebih kurang sembilan jam menggunakan kapal ferry.
Mereka (wisatawan,red) bisa letih di jalan. Hadirnya bandara di Anambas sudah bagus. Tinggal frekuensi penerbangan yang ditingkatkan," katanya.(*)
* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 23 Januari 2017
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bandara-jemaja_20161201_145538.jpg)