Kecewa Layanan Listrik Anambas, Warga Sindir dengan Istilah Palmatak 21. Apa Maksudnya?
Warga Anambas mengeluhkan layanan listrik karena masih terjadi pemadaman aliran setiap harinya. Kecewa warga menyindirnya listrik Palmatak 21. Apa?
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Keluhan masyarakat Anambas akan pelayanan listrik kembali terdengar. Di Palmatak, masyarakat terpaksa harus mendapatkan listrik dengan pola dua hari menyala satu hari padam. Masyarakat pun kerap menyebut kondisi listrik ini dengan istilah 21.
"Listrik di Palmatak saat ini 21. Ya itu, dua hari menyala satu hari padam. Ketika listrik tidak mengalir ke rumah-rumah warga, ya satu harian itu lah," keluh Razak satu diantara warga Palmatak Jumat (3/2/2017). Ia menambahkan, kondisi listrik di Palmatak ini pun terjadi secara menyeluruh di Kecamatan Palmatak, serta sudah berlangsung sekitar lima belas hari terakhir.
Untuk mendapatkan arus listrik, masyarakat terpaksa menggunakan mesin genset. Sementara bagi mereka yang tidak memiliki mesin genset, warga terpaksa menggunakan lampu penerangan seadanya.
Razak mengatakan, kondisi mesin pembangkit yang mengalami kerusakan, disebut-sebut menjadi penyebab pemadaman listrik yang terjadi serta harus dialami oleh masyarakat Palmatak. Keluhan akan kondisi listrik ini pun, diakuinya telah dibawa oleh perwakilan masyarakat ke kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas dengan harapan ada tindaklanjut serta solusi nyata.
"Ada yang pakai genset, ada yang tidak. Warga tidak ada genset ini mau tak mau gelap-gelapan lah. Keluhan akan kondisi kami ini pun, sudah disampaikan juga Kamis (2/2) kemarin. Informasinya, Pemerintah Daerah berencana mau membeli mesin lagi, tetapi tidak tahu kapan," ungkapnya.
Keluhan masyarakat Palmatak akan listrik bukan kali pertama terjadi. Sejumlah perwakilan masyarakat meminta agar listrik di Palmatak dapat menyala optimal selama 24 jam. Saat ini, PLN baru bisa menyanggupi listrik di Palmatak menyala hanya 20 jam terhitung sejal pukul 17:00-10:00 WIB keesokan harinya. Saat ini, terdapat empat mesin pembangkit dengan daya mampu mencapai 1,1 MW dengan beban puncak mencapai 1 Mega 50 Kilowatt.
Fauzar Manager PLN Rayon Ranai pun sebelumnya tengah mengkaji terkait serah terima operasi terhadap dua mesin pembangkit bantuan perusahaan migas yang ada di Desa Payaklaman, Kecamatan Palmatak yang kondisinya mengalami kerusakan.
"Mengenai hal itu, saat ini juga tengah dikaji. Untuk sementara ini, tinggal dua mesin itu saja. Untuk di Palmatak, terdapat lima orang yang terdiri dari petugas operasi ditambah dengan pegawai," ungkapnya beberapa waktu lalu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pemasangan-kabel-listrik_20170111_220732.jpg)