Minggu, 12 April 2026

BI Luruskan Berbagai Isu Terkait Uang Kertas Baru ke Pegawai Pemko Batam

Dari pecahan Rp1.000 sampai Rp 100 ribu memang ada rectoverso. Kalau bagian depan dan belakang diterawang akan memperlihatkan logo utuh BI.

Penulis: Dewi Haryati |
BANK INDONESIA
Uang baru pecahan Rp 50.000 dan Rp 5.000 yang diluncurkan Bank Indonesia, Senin (19/2/2016). 

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra berharap, uang baru rupiah yang disebut juga uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa dijaga soliditasnya.

Sehingga jika ada isu-isu negatif pasca uang tersebut diluncurkan Desember 2016 lalu, wajib diluruskan.

"Uang NKRI ini semuanya gambar pahlawan nasional. Kecuali pecahan uang Rp100 ribu, memang gambar proklamator kita. Banyak beredar isu miring, pahlawannya banyak tak dikenal. Untuk pahlawan ini sudah sesuai arahan Pak Presiden. Ada 168 pahlawan nasional kita saat ini," kata Gusti saat sosialisasi uang NKRI kepada pegawai Pemko Batam, Senin (6/2/2017) di Lantai 4 Gedung Pemko Batam di Batam Center.

Dia juga menyinggung sorotan masyarakat terhadap pahlawan dari Aceh, Cut Meutia yang digambar uang tersebut tidak mengenakan jilbab.

Gusti mengatakan, untuk desain gambar di uang NKRI sudah dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan ahli waris, sehingga semestinya sudah tidak ada perdebatan lagi.

"Kok ada pahlawan nasional dari Aceh nggak pakai jilbab? Semua foto-foto sudah berdasarkan persetujuan ahli waris," ujar dia.

Ada juga isu yang beredar, uang baru NKRI saat ini mirip uang Tiongkok.

Gusti mengatakan, uang NKRI yang ada, soal pewarnaannya sama dengan uang lama.

Kalau dilihat malah bukan mirip uang kertas dari Tiongkok, melainkan ada beberapa uang kertas yang mirip dengan Euro.

"Praktik-praktik di bank central itu, antara uang kertas memang ada perbedaan. Antara Tiongkok dan Thailand beda. Untuk uang kertas kita, pewarnaannya sama seperti sebelum-sebelumnya. Memang ada beberapa yang mirip uang Euro," kata Gusti.

Dia melanjutkan, dari sisi pengaman, uang kertas NKRI telah dilengkapi dengan beberapa tanda pengaman, seperti color shifting, ada juga rainbow feature, latent image.

Tak lupa dengan tanda rectoverso.

Untuk rectoverso ini, Gusti tak memungkiri banyak yang salah mengartikannya sebagai gambar palu arit, lambang salah satu partai terlarang.

Padahal tidak demikian. Itu adalah lambang Bank Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved