Golkar Bintan Meyakini BPR Bintan Tak Perlu Tambahan Modal. Ini Alasannya!
Golkar Bintan meyakini BPR Bintan tak perlu tambahan modal sepanjang pengelolaannya steril dari intervensi. Kenapa begitu?
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Fraksi Golkar di DPRD Bintan yakin, tanpa penambahan penyertaan modal bagi BPR Bintan yang sedang digagas Pemkab Bintan saat ini dalam ranperda tetap akan kokoh berdiri. Namun satu syaratnya, jangan ada intervensi.
"Sanggup sekali, BPR Bintan ini mengelolah perusahaannya tanpa penyertaan modal saat ini. Tapi sayaratnya jangan diintervensi,"kata Hasriawadi, dari Fraksi Golkar.
Lontaran kata Intervensi yang dilempar Hasriawadi ini menimbulkan tanda tanya. Apakah ada pihak yang mengintervensi BUMD perkreditan tersebut? Kalau ada siapa yang dimaksud? Namun saat dikejar soal itu, Hasriawadi menolak merincinya.
"Nanti kalau kita sebut masalah lagi,"kata dia menghindari pertanyaan dimaksud.
Yang pasti kata dia, struktur manajemen BPR Bintan perlu diperkuat lagi. Penguatan struktur kata dia jangan dibahasakan dengan perampingan manajemen atau pekerja yang disebut sebut terlalu gemuk itu. BPR berbeda dengan lembaga pemerintahan.
Saat disinggung adanya isu pergeseran manajemen BPR di level pimpinan, Hasriawadi mengaku kurang begitu tahu hal dimaksud. Menurit dia, meski 100 persen saham BPR Bintan dimiliki Pemkab Bintan, asas profesionalisme memang tetap harus dijaga di tubuh BPR.
"BPR itu kan lembaga mandiri. Kita tidak mau orang orang yang sudah profesional di bank itu digonta ganti lagi. Apalagi di bank itu, banyak yang duduk di dalamnya adalah orang orang yang sudah berpengalaman di bank bank swasta dan BUMN, takutnya kita adalah, orang orang profesional ini diganti,"kata dia.
Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam yang menghadiri sidang paripurna Ranperda Penambahan Penyertaan Modal bagi BPR Bintan menegaskan, penambahan penyertaan modal bagi BPR sesungguhnya lebih pada upaya agar BUMD Bintan tersebut makin meningkatkan daya saingnya ditengah persaingan bisnis di sektor finansial.
Fungsi BPR itu penting, memberikan bantuan modal kepada usaha kerakyatan agar mandiri dan berkembang pesat. Selain itu, ditengah defisit keuangan derah, BPR Bintan dilihat salah satu cara untuk menggenjot pemasukan asli daerah (PAD). Salah satu cara memaksimalkan upaya itu dengan menambah modal perusahaan agar bisa memaksimlkan usahanya.
"Saya berterima sekali pada semua fraksi yang menyetujui ranperda penambahan penyertaan modal ini untuk dibahas bersama, Catatan fraksi akan semua kami tindaklanjuti, banyak sekali pertanyaan dan masukan serta kritik dan saran, tapi kita bisa ungkapkan lebih detail sementara,"kata dia.
Catatan setiap fraksi beragam. Fraksi PAN melalui ketuanya Hesty Gustrian menyatakan perlu mendengar langsung dari manajemen tentang estimasi labah BPR Bintan yang bisa deroleh jika penyertaan modal senilai Rp 9 miliar dikucurkan. "Apalagi ini ditengah defisit APBD. Kami mau mendengarkan langsung estimasi laba yang bisa dihasilkan BPR Bintan jika rencana penambahan penyertaan modal disetujui,"kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ranperda-modal-bpr-bintan_20170213_204539.jpg)