Empat Jenis Gula Ini, Mana yang Lebih Bagus? Baca Ulasannya

Saat harus memilih antara gula pasir, gula batu, gula jawa, sweetener, mana yang lebih baik?

Nova
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Banyak informasi membingungkan yang beredar di masyarakat, antara gula pasir, gula batu, gula jawa, sweetener, mana yang lebih baik?

Kepedulian itu muncul seiring dengan kekhawatiran akan penyakit diabetes.

Masyarakat memilih mengganti penggunaan gula pasir dengan gula batu ataupun gula jawa.

Menurut Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS., ketiga jenis gula tersebut sama saja, yang membedakan hanya tingkatan rasa manisnya.

"Sama saja, itu tergantung selera jika suka manis, ya, pakai gula pasir. Jika tidak suka terlalu manis, bisa pakai gula jawa atau gula batu. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk," jelas Ketua PERGIZI PANGAN Indonesia kepada Nova.id.

Agar pemahaman masyarakat akan jenis gula tidak keliru, sebenarnya yang berbahaya bukan jenis gulanya, tapi perilaku manusia yang menyalahi penggunaan gula tambahan.

"Yang keliru itu kalau penggunaan gula berlebihan. Sehari penggunaan gula tambahan cukup 40gr atau empat sendok makan," tambahnya.

Bagaimana dengan Sweetener?

Selain ketiga jenis gula tadi, muncul juga gula rendah kalori atau sweetener. Prof. Hardin menjelaskan, meski dibilang rendah kalori, gula ini tetap memiliki kalori.

Rasa manis yang cukup tinggi membuat konsumen tidak perlu menggunakan terlalu banyak.

"Gula rendah kalori tetap saja ada kalorinya. Sweetener sugar ini memiliki rasa manis yang tinggi, sehingga cukup sedikit saja digunakannya," imbuhnya.

Kebiasaan membumbui makanan dengan gula, karena lidah sudah terbiasa dengan rasa manis.

"Jadi orang selalu menambahkan gula, karena lidah dia sudah terbiasa dengan rasa manis. Seperti teh, itu lebih baik diminum tanpa gula, tapi kebiasaan kita minum teh selalu ditambah gula," tutupnya. (*)

Tags
gula
sehat
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved