Selasa, 5 Mei 2026

Eksekusi Lahan Kampung Harapan Swadaya

Tak Takut Terkena Alat Berat, Wanita Ini Justru Berjibaku di Antara Puing Bangunan

Lasmaria Sitanggang asyik mengais-ngais reruntuhan bangunan rumah warga Kampung Harapan Bengkong Swadaya

Tayang:
TRIBUN BATAM/ANNE MARIA
Lasmaria Sitanggang asyik mengais-ngais reruntuhan bangunan rumah warga Kampung Harapan Bengkong Swadaya, Rabu (1/3/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM -  Lasmaria Sitanggang asyik mengais-ngais reruntuhan bangunan rumah warga Kampung Harapan Bengkong Swadaya, Rabu (1/3/2017).

Sambil menggendong anaknya di belakang, wanita itu seolah tak menghiraukan hiruk pikuk penggusuran lahan yang ada.

Suara eskavator yang menerjang bangunan rumah, bukannya membuat ia takut dan menjauh. Ia justru langsung mendekati puing rumah tersebut untuk mencari kabel-kabel, ember plastik bekas hingga kusen jendela yang terbuat dari alumunium. Dengan tekun ia menggulung kabel-kabel bekas aliran listrik rumah-rumah tersebut.

"Tadi motor ku dipinjam sama kawan, ikutlah aku kemari. Kulihat banyak barang-barang itu sudah nggak diambil yang punyanya, yah ku ambil lah. Aku nggak tahu-tahuan soal penggusuran ini, cuma kebetulan saja. Yah ku kumpulin lah, kitakan tahu duit juga," ujar Lasmaria.

Seperti rejeki di siang bolong, warga ruli kampung nanas itupun langsung memanfaatkan keadaan. Ia yang memang menjadi pengumpul barang bekas itu langsung mencari barang-barang bekas yang masih bernilai.

Meski sempat ditegur oleh warga, Lasmaria‎ pun tak gentar. Kakinya yang terluka akibat gesekan besi pun tak mengurungkan niatnya untuk mengambil barang-barang bekas tersebut.

"Sudah sembilan bulan suami saya meninggal. Semenjak itulah saya begini. Yah mau bagaimana lagi, yang penting anak-anak bisa makan, sekolah," ujar Ibu dua anak itu.

Menurutnya, sejak mengumpulkan barang bekas, ia terpaksa harus membawa anak keduanya yang masih kecil. Sedangkan anak pertamanya berada di sekolah.

"Bawalah yang kecil ini. Yang besar sekolah. Lagian mau dititip manalah saya sanggup bayar orang. Kayak begini ini berapa sih harganya. Kalau dulu mungkin iyalah, harganya tinggi. Kalau sekarang harga pun jatuh. Kadang Rp30 ribu sehari pun belum tentu dapat," tuturnya. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi Kamis 2 Maret 2017

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved