Eksekusi Lahan Kampung Harapan Swadaya
Manfaatkan Terpal Bekas, Beginilah Nasib Korban Pasca Penggusuran
Korban penggusuran di Kampung Harapan Swadaya Bengkong harus berpikir cepat untuk mendapatkan tempat sementara setelah rumahnya luluh lantak.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Korban penggusuran di Kampung Harapan Swadaya Bengkong harus berpikir cepat untuk mendapatkan tempat sementara setelah rumahnya luluh lantak dihantam alat berat, Rabu (1/3/2017).
Sebab, anak-anak butuh tempat berlindung dari panas dan hujan yang bisa membahayakan kesehatan mereka. Bagi yang belum memiliki cukup uang menyewa rumah atau sekadar menumpang di rumah sanak famili, para korban ada yang memilih tinggal di kandang kambing.
Kebetulan, kandang tersebut sudah tak lagi difungsikan usai hari raya Idul Adha, tahun lalu.
Selain kandang, beberapa warga lain pun nekat mendirikan tenda seadanya di dekat puing bangunan. Bermodalkan terpal-terpal bekas, warga pun tidur di sana.
Anak-anak yang semestinya sekolah pun akhirnya hanya bermain-main di tengah lahan yang sudah dipenuhi puing.
"Banyak tidur sini, kami ada dua tenda. Macam gelandangan di Jakarta itulah. Gelandangan yang di Jakarta saja sudah enak dibuat sama pemerintahnya. Kalau kami, ngalah-ngalahin hewan. Kita mau pindahkan ayam saja, kita buat kandang barunya," tutur Haryadi warga lain yang tinggal di dalam tenda terpal.
Menurut Haryadi selama ini dari pihak pengembang tidak pernah memberikan solusi kepada warga. Bagaimana nasib mereka selanjutnya.
"Maunya kan ada solusi, carikan lah dulu tempat untuk warga ini. Jangankan solusi, Jumpa muka saja nggak pernah. Pengembang ini nggak pernah ngajak kami diskusi," ucap Haryadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/korban-penggusuran_20170302_150949.jpg)