Pelabuhan Berakit Tak Kunjung Terpakai karena Dangkal. Dishub Usulkan Bangun Ini
Pembangunan breakwater ini penting sekali buat keberlanjutan pelabuhan. Kalau sudah ada itu, masalah pendangkalan nanti tak ada lagi
Laporan Tribun Batam Aminuddin
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Dinas Perhubungan Bintan mengusulkan pembangunan breakwater atau bangunan pemecah ombak di Pelabuhan Tanjungberakit, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong tahun 2018.
Breawater dibangun untuk memecah ombak sehingga butiran pasir yang ada dalam buih tak terbawa ke dermaga.
Diketahui, masalah di Pelabuhan Tanjungberakit adalah pendangkalan laut dermaga.
Pendangkalan tercipta karena adanya kumpulan pasir yang terbawa arus.
Apalagi di musim utara, ombak cukup kuat, butiran pasir banyak terbawa ke tepian.
"Pembangunan breakwater ini penting sekali buat keberlanjutan pelabuhan. Kalau sudah ada itu, masalah pendangkalan nanti tak ada lagi, kapal enak masuk dan sandarnya nanti," papar Tim Teknis Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Bintan M Ali Imron, Rabu (15/3/2017).
Pembangunan breakwater itu diusulkan tahun ini ke Kementerian Perhubungan melalui Dishub Provinsi Kepri.
Ali berharap pemerintah bisa merealisasikannya di tahun anggaran 2018.
Berdasarkan kajian teknis dia, breakwater ini mampu menjaga kedalaman alur hingga masa waktu 10 tahun.
Pantau Tribun pekan lalu, pelabuhan internasional itu memang sangat dangkal.
Bahkan di tepian dermaga, sekitar 10 meter dari pangkalan sandar kapal, tak terdapat air, hanya kumpulan pasir putih yang membukit.
"Jika sudah ada breakwater, ketahanan alur laut bisa bertahan sampai 10 tahun sehingga tidak perlu lagi dikeruk setiap tahun. Apalagi pelabuhan Berakit digadang-gadangkan akan segera beroperasi, namun masih terkendala kedangkalan alur lautnya," kata Ali Imron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pelabuhan-berakit_20170315_214219.jpg)