Mellennial

Benarkah Vape Lebih Sehat dan Kece? Baca Dulu Pembahasan Ini

Banyak Mellenials yang beralih dari rokok konvensional ke vape, tidak hanya mengikuti tren tapi menganggap rokok jenis baru ini lebih sehat. Benarkah?

TRIBUNBATAM
Rokok Vape 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Rokok elektrik atau yang dikenal dengan istilah vape atau vapor makin trend di kalangan anak muda.

Sebagian orang juga menggunakan vape sebagai langkah awal untuk berhenti dari kebiasaan merokok.
Bicara soal trend vape, sebagian pecintanya menjadi alat hisap ini sebagai media untuk berkreasi seni dari asap yang dihasilkan.

Sambil menghembuskan asap vape mereka berkreasi membentuk benda-benda di udara seperti bentuk love,

"Pengguna vape yang bisa melakukan trik pada uap dapat mengikuti kompetisi yang diselenggarakan di beberapa tempat di Indonesia. Seperti Cloud Chaser yang dilihat dari kerapian dan panjangnya uap. Ada pula kompetisi fast kolding, kompitisi waktu tercepat dalam membuat kawat. Dinilai dari kecepatan, kerapian, dan rasa,”," kata Dhony.

Vape ini memang berbeda dari rokok biasa. Asap yang yang dihasiljan bukan berasal dari proses pembakaran yang mengandung tar yang dapat merusak paru-paru, melainkan berasal dari kapas yang dibalut dengan kawat atau yang dikenal dengan istilah koil basis.

Vape masih terbilang aman jika kamu paham dalam menggunakannya. Liquid atau cairan yang ada dalam vape memiliki takaran nikotin yang lebih sedikit dibandingkan rokok biasa.

Menurut Dhony, pemilik Vapedor Batam, bahkan ada vape yang tidak memiliki nikotin sama sekali. Untuk kadar nikotinnya sendiri bisa dipilih mulai dari 0.00 - 0.09 kalau pun ada lebih selalu kelipatan tiga.

“Tapi untuk batas normalnya cukup 0.06 saja,”kata Dhony.

Ada pembagian pada vape yang harus kamu. Dhony menjelaskan, bagian atas disebut atomizer. Atomizer mempunyai dua tipe yaitu RTA dan RDA. Untuk RDA menggunakan sistem tetes pada liquid. Jika rasanya sudah habis berarti isi liquid sudah habis. Sedangkan RTA dalam bentuk tangki sehingga isi isi liquid bisa terlihat sudah habis atau belum.

Bagian tubuh vape disebut device. Ada dua tipe divice juga yakni digital dan mekanikal. Untuk yang digital terdapat pengaturan watt, indikator baterai dan mempunyai LCD.

Sedangkan tipe mekanikal, hanya ada baterai tanpa memiliki LCD yang bisa memperlihatkan indikator baterai dan pengaturan watt-nya.

Untuk liquid, memilik banyak rasa seperti cake, mint, fruity, dan creamy. Vape dan liquid yang beredar di Batam ada produksi Batam, luar Batam, dan Malaysia. (*)

AWAS Meledak!
Bagi pengguna vape memang kudu hati-hati karena ada kemungkinan meledak. Faktor pemicu terjadi ledakan karena modifikasi vape yang terlalu berlebihan sehingga bisa mengakibatkan ledakan.
Ada beberapa hal yang bisa membuat vape meledak yaitu baterai dalam kondisi tidak baik dan lilitan kawat yang tidak sesuai dengan OHM. Dhony menganjurkan, lilitan kawan di bawah 0.20 OHM.
Para pemakainya juga harus menjauhkan vape dari segala benda yang mengandung besi. Jika tidak dipakai, pisahkan saja semua bagian yang ada pada vape.
Vape menggunakan baterai dalam proses pengeluaran uap. Satu baterai bisa bertahan 4 - 5 jam dengan daya 3500-4000 MHA. (*)

Tingkatkan Risiko Stroke
Rokok elektrik dapat digunakan sebagai langkah awal untuk berhenti merokok tembakau. Hingga kini penggunaan rokok elektrik masih menjadi pro dan kontra di kalangan para pakar dan peneliti.

Penelitian menunjukkan 60 persen orang yang ingin berhenti merokok diprediksi akan melancarkan upayanya jika mereka beralih menggunakan rokok elektrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved