Kasus Penembakan Mobil Dinas Ketua LAM Kabupaten Natuna, ‎Ini Penjelasan Danrem

Kasus penembakan mobil dinas Ketua LAM Natuna, Ini penjelasan Komandan Korem Wira Pratama!

Kasus Penembakan Mobil Dinas Ketua LAM Kabupaten Natuna, ‎Ini Penjelasan Danrem
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG- Penembakan mobil dinas ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Natuna Wan Jawadi masih terus dilakukan proses penyelidikan gabungan, baik TNI dan Polri.

Brigadir Jenderal Fachri Komandan Korem (Danrem) menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan siapa oknum pembuat teror di rumah Wan Jawadi di Desa Sungai Ulu Ranai Natuna dengan menembak bagian kendaraan dinasnya yang terparkir di depan rumah pada (28/3/2017) lalu.

"Atas kejadian tersebut Kodim 0318 /Natuna .Lanal Natuna,Lanud Natuna,Polres Natuna serta Subdenpom Natuna masih bersama-sama mengadakan Penyelidikan karena barang bukti serta para saksi belum dapat menjadi petunjuk titik terang siapa oknum pelaku penembakan tersebut‎," kata Fachri saat menerima tamu rombongan LAM di Senggarang Jumat (31/3) di Ruang Transit Korem 033/Wira Pratama Danrem‎.

Tim penyelidik gabungan hingga kini belum menemukan siapa oknum yang diduga kuat adalah aparat.‎ Danrem menyampaikan semenjak tahun 2016 beberapa personil diluar organik Kodim Natuna dan beberapa satuan berada di Natuna untuk membangun Pangkalan yang telah di programkan Pemerintah Pusat.

"Tetapi TNI yang berada disana tidak membawa senjata melainkan disimpan di gudang senjata dan tidak dibawa secara perorangan," tegas Fachri didampingi pejabat utama Korem Kepri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai informasi yang ada untuk slongsong yang ditemukan di TKP yakni kaliber 5.56 mm adalah identik jenis amunisi yang digunakan TNI dan Polri yaitu TNI AD,TNI AL,TNI AD dan Kepolisian RI. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Sabtu (1/4/2017)

Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved