Hangout

Adventure ke Pancur Telaga Bidadari yang Instagramable

TIDAK banyak yang tahu jika Batam ini ternyata punya air terjun walaupun tidak tinggi, plus telaga yang bisa dijadikan objek wisata adventure.

TRIBUN BATAM
Telaga Bidadari 

TIDAK banyak yang tahu jika Batam ini ternyata punya air terjun walaupun tidak tinggi, plus telaga yang bisa dijadikan objek wisata adventure alias berpetualang.

Namanya Pancur Telaga Bidadari. Seorang travel blogger Batam bernama Harahap Soleh bersama teman-teman satu kantornya telah mengeksplorasi keindahan tempat ini beberapa waktu lalu dan ini ceritanya.

Pancur Telaga Bidadari terletak di daerah hutan Dam Mukakuning, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Batam.

Untuk menuju Pancur Telaga Bidadari ada beberapa jalur yang bisa ditempuh. Pertama, dari jalur Dam Mukakuning. Pintu masuknya dari post penjagaan sebelum ATB. Namun, jalur ini tidak disarankan karena sudah jarang dilalui dan hutanya terbilang lebat.

Kedua, adalah jalur dari Rusun Mukakuning (jalan masuknya jembatan sebelah kanan Rusun yang arah ke Kampung Aceh. Jalur ini menjadi jalur yang paling direkomendasi karena lebih mudah dilakui.

Jalur ketiga adalah Simpang Dam Kampung Aceh. Dari simpang ini, masuk lurus mentok sampai ujung jalan. Melalui jalur ini bisa menggunakan kendaraan motor dan di parkir di ujung jalan.

Namun, Anda harus menggunakan kunci ekstra karena tingkat keamanan di sini kurang terjamin, sering terjadi kehilangan motor.

Kami sendiri, menggunakan alternatif kedua dan berjalan kaki. Di hari yang telah ditentukan, kami pun berkumpul di Rusun Mukakuning sekitar jam delapan pagi. Setelah semua berkumpul kamipun memulai perjalanan dan tidak lupa berdoa agar selamat pergi dan pulang menuju Pancur Telaga Bidadari.

Sambil nyanyi kecil, perjalanan pun dimulai dari Rusun. Kami melewati jembatan untuk menyeberang ke pemukiman warga yang disebut Kampung Aceh.

Setelah melewati perkampungan, perjalanpun dilanjutkan. Sekitar satu kilometer dari kampung tersebut, terlihat pagar pembatas yang dilubangi. Kami masuk dari pagar itu. Mulailah perjalanan yang sedikit menantang. Jalannya hanya setapak dan naik turun. Sisi kiri dan kanan adalah pemandangan hutan

Setelah berjalan kurang lebih satu jam akhirnya kami sampai ke Pancur Telaga Bidari. Telaga ini ini memiliki air terjun yang pendek (saya menyebutnya air jatuh) dengan ketinggian kurang tiga meter. Sebagai wadah air terjun tersebut, ada telaga yang ukurannya lumayan besar dan cocok untuk berenang.

Airnya sangat jernih. Tanpa dikomandoi, beberapa teman sudah membuka baju, dan langsung melonjat ke dalam telaga itu.

“Airnya dingin,” teriak mereka .

Setelah puas merasakan kesegaran air Telaga Bidadari, beberapa teman mempersiapkan peralatan untuk memasak. Rasa lapar begitu mendera setelah puas berenang. Kami pun menyantap makanan yang sudah siap dan diletakkan di atas daun pisang.

Setelah makan dan salat, kami mulai merapikan diri dan menuju ke rumah masing-masing. (*)

Jalur Paling Gampang

Anda yang ingin menikmati Pancur Telaga Bidadari, pilih jalur paling gampang. Masuk dari Simpang Dam atau Rusun Mukakuning, berjalan lurus sampai mentok dan menemukan jalan yang dipagar besi yang dilubangi tengahnya. Masuk dari sana dan ikuti saja jalan setapak sambil perhatikan beberapa pohon yang diberi penanda untuk menuju Pancur Telaga Bidadari. Jarak tempunya jalan kaki sekitar satu jam. (*)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved