Penyekapan Anak di Seraya
Atuk: Mana Ada Saya Sekap Dia. Saya Marah Karena Dipisahkan
Penyesalan mendalam terlihat di wajah Kamarulzaman Bin Abdul Rahman. Warga Negara Singapura itu benar-benar menyesal telah menyekap putrinya.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penyesalan mendalam terlihat di wajah Kamarulzaman Bin Abdul Rahman.
Warga Negara Singapura itu benar-benar menyesali perbuatannya menyekap putrinya sendiri selama berjam-jam di rumahnya.
Rasa sayang, rindu, dan sakit hati berkecamuk di dadanya hingga mendorongnya berbuat aksi nekat itu.
Pria yang akrab disapa Atuk itu mengatakan tidak pernah berniat menyekap anaknya.
Ia membawa putrinya yang baru berusia delapan tahun itu dari sekolah karena terdorong rasa rindu.
Baca: Atuk Ditahan Polisi, Begini Kondisi Rumah Tempat Penyekapan Maisa
Baca: Atuk Sering Marah-marah Setelah Bercerai. Anak Kos pun Ikut Diusir dan Tetangga Dilempari
Baca: NEWSVIDEO. Saat Polisi Mendobrak, Atuk Peluk Maisa. Berikut Keterangan Kapolres
"Saya sayang sama dia. Nggak ada saya sekap, mana ada saya sekap dia. Dari kecil saya gendong dia, manalah mungkin saya sekap dia. Saya marah karena dipisahkan dengan dia," ujar Atuk di ruangan penyidik.
Atuk mengungkapkan sudah sejak sebulan lebih ia tak bertemu Maisa. Pasalnya, putri angkatnya itu dibawa oleh sang istri dari rumahnya.
"Saya jemput dia dari dua hari lepas. Rindu kali, lama tak Jumpa. Tak pernah dibawa ke rumah dia, sudah hampir sebulan," ucapnya. (*)
Baca: Di Mata tetangga, Atuk Dikenal Tempramental dan Punya Hobi Tembak Tikus
Baca: TERUNGKAP. Ternyata Karena Alasan Ini Atuk Sekap Anaknya Sambil Membawa Parang
Baca: BRAKKK! Pintu Dijebol Polisi, Atuk Ditelikung dan Langsung Digelandang ke Mobil Bak Terbuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penyekapan_20170406_203358.jpg)