Bom Meledak di Dua Gereja Koptik Mesir, 31 Tewas

Ledakan terjadi saat kaum Kristen Koptik merayakan Minggu Palma, salah satu hari paling suci, menandai masuknya Yesus Kristus ke Yerussalem

EPA
Gerja Koptik yang porak-poranda oleh serangan bom di Mesir, Minggu (9/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ISKANDARIYAH - Sedikitnya 31 orang tewas dan puluhan luka dalam serangan bom di dua di gereja koptik Mesir.

Enam orang tewas ketika ledakan menghantam bagian kuar Gereja Koptik St. Markus di Iskandariyah, kata sumber-sumber pemerintah.

Korban terus bertambah menjadi 11 orang, menurut rumah sakit setempat.

Paus Tawadros II, kepala Gereja Koptik, sedang menghadiri misa di dalam gereja saat terjadi serangan itu.

Ledakan pertama terjadi di Gereja Mar Gigris atau St. George di kota Tanta, yang terpisah sejauh 120 km, 25 orang tewas.

Menurut laporan media, Paus Tawadros tidak terluka.

Menurut sekretarisnya, serangan di Iskandariyah dilakukan olehs eorang pembom bunuh diri.

Ledakan terjadi saat kaum Kristen Koptik merayakan Minggu Palma, salah satu hari paling suci dalam kalender Kristen, menandai masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem.

Setelah ledakan di Tanta, gubernur provinsi, Ahmad Deif mengatakan kepada saluran telebisi Nil:

"Bisa jadi bom itu sudah dipasang di dalam gereja, atau pembom bunuh diri yang meledakkan diri,"

Dikutip AFP, Jenderal Tarek Atiya, juru bicara kementerian dalam negeri Mesir, mengatakan bahwa ledakan di Tanta terjadi dekat altar.

Aparat melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya bom atau bahan peledak lain.
"Sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yang jadi korban pada peristiwa tersebut," kata Duta Besar Indonesia di Mesir, Helmy Fauzi.

Kekerasan terhadap kaum Kristen Koptik telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Mesir.

Terutama sejak 2013, ketika militer menggulingkan presiden terpilih, Mohammad Morsi dan melancarkan tindakan keras terhadap kalangan Islam radikal.

Sejumlah kalangan pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi, yang berasal dari Ikhwanul Muslimin, menuding kaum Kristen mendukung penggulingan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved