Motion

Ekspresikan Diri Lewat Gerak Tari

Sanggar Tari Tuah Pusaka yang berdomisili di Bintan Timur, namanya memang tidak asing lagi. Banyak hasil karya yang sudah dihasilkan.

TRIBUNBATAM
Motion 

TARI tidak lagi milik segelintir orang. Tari juga tak lagi didominasi kaum hawa. Kini, banyak pria justru menggandrungi seni gerak tari ini. Perkembangan dunia tari yang cukup pesat dan makin banyaknya peluang unjuk bakat yang ditampilkan off dan on air di media elektronik membuat dunia tari  makin diminati kawula muda. 

Komunitas-komunitas di bidang ini juga kian banyak bermunculan di setiap daerah. Satu di antaranya adalah Sanggar Tari Tuah Pusaka di Bintan.

Menurut Nadiah, seorang pegiat tari dari sanggar tersebut mengatakan perkembangan koreografi yang pesat dan beragam bikin remaja gandrung dan mau masuk tari.

“Soalnya bentuk bentuk koreografi tidak lagi monoton. Ada yang disesusuaikan selera, bisa hip hop, dancer, bahkan sampai mendekati zumba. Pokoknya kian fleksibel dan sangat anak mudaislah,"kata Nadiah beberapa waktu lalu.

Untuk Sanggar Tari Tuah Pusaka yang berdomisili di Bintan Timur, namanya memang tidak asing lagi.

Bisa dibilang, kelompok ini menjadi inspirator kelompok-kelompok tari lain yang samakin banyak bermunculan di Bintan.

Apalagi, pada Festival Tari Bintan Maret 2017 pada Maret lalu, Tuah Pusaka sukses memboyong sejumlah gelar jawara. Kemenangan pada 2017  ini merupakan kali keempat sanggar itu menunjukan kepiawannya di dunia tari. Ini tak lepas dari kemampuan sang koreografer menciptakan gerakan-gerakan di luar mainstream atau kebiasaan. 

Dalam komunitas ini, kemampuan sang koreografer  Arwiyanto dalam menciptakan gerakan-gerakan baru perlu diacungin jempol. Dia mampu menciptakan gerakan dengan tema kehidupan tradisional menjadi lebih energik dan hidup.

Salah satu pengurus Sanggar Tuah Pusaka, Auli, kepada Tribun Batam mengatakan, hingga saat ini anggota mereka sudah mencapai 50-an orang. Segmen pencintanya pun makin luas, hampir semua kalangan. 

Menurut ceritanya, Tuah Pusaka sudah ada sejak 1998. Namun sempat mati suri akibat ketiadaan regenerasi alias anggota baru. Lewat kerja keras dan seiring meningkatnya tren tari di kalangan kawula muda, Tuah Pusaka kembali bangkit dan meramaikan dunia tari di daerah.

"Sekarang makin banyak yang gabung. Kebanyakan sekarang datang sendiri untuk gabung, kalau dulu, kita yang cari-cari buat masuk jadi anggota,"kata Aulia. 

Keberagaman bentuk koreografi dan lebih berwarna memang menjadi kunci keberlangsungan sebuah sanggar tari, sehingga tetap diminati anak muda. Tuah Pusaka tak hanya mengajarkan gerak tari tradisional, tetapi juga modern, semi modern, sampai kombinasi tradisional dan modern.

"Tampilnya pun makin beragam. Di acara open tournament dan pembukaan even, makin banyak diikuti dan menunjukan ekspresi. Pokoknya eksistensi tari belakangan ini makin kelihatan dan ramai. Kalau kami melihatnya positif, karena berarti itu dunia ini makin menjadi tren kawula muda,"kata Aulia. (*)

Suka Tari Sejak SMP

Komunitas tari memang kian ramai. Selain Sanggar Tuah Pusaka, ada nama lain yang cukup terkenal di Bintan yakni Sang Nila Utama. Bedanya, komunitas ini berada di Tanjunguban, Bintan bagian utara. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved