Benarkah Camat Gunung Kijang Terima Suap Lahan dari Pak RT? Ini Jawaban Pak Camat!

Benarkah Camat Gunung Kijang terima suap terkait urusan lahan? Ini jawaban langsung dari Pak Camat!

Benarkah Camat Gunung Kijang Terima Suap Lahan dari Pak RT? Ini Jawaban Pak Camat!
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi. Tampak Bupati Bintan Apri Sujadi didampingi Camat Gunung Kijang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Camat Gunung Kijang Satrida menanggapi santai soal namanya yang disebutkan telah menyuap ketua RT 04 Kampung Jeropet di wilayah yang dipimpinnya dalam perkara lahan antara warga penggarap dengan pemilik lahan di kampung tersebut.

Baca: BREAKINGNEWS: Kejati Kepri Tetapkan Tersangka Korupsi UT Natuna. Ini Detailnya!

Baca: Pulang Sehabis Kerja, Suami Pergoki Istri Tidur Tanpa Celana Dengan Pria Lain. Ini Reaksinya!

Baca: Heboh! Api Berkobar di Tengah Selat Sunda, Penumpang Menjerit dan Lari Ketakutan

Satrida berbicara itu di lokasi musabaqah tilawatil quran (MTQ) Bintan pada Selasa (11/4) hanya tersenyum begitu media meminta tanggapannya.

"Yang namanya uang sagu hati, apa uang administrasi dan segalamacamnya itu tidak ada. Jadi itu tidak ada unsur suap menyuap seperti yang teman teman tanyakan itu,"kata dia dengan nada tenang.

Dia baru selesai menikmati makan siang usai dia memberikan pernyataan. Dia lebih banyak tersenyum saat berbicara.

Dalam masalah lahan lanjut Satrida kata dia sebagai camat dia selalu menyelesaikan masalah masalah demikian tidak langsung main turun begitu saja. Dia menyelesaikan dulu dari tingkat bawah, dari tingkat akar baru ketingkat atas. "Kalau yang di Kampung Jeropet itu permasalahannya cukup komplit ya. Di sana ada penggarap, dan penggarapnya cukup banyak. Sesama penggarap bisa berantem, belum lagi dengan pemilik aslinya, ini yang mau kita dudukan,"kata Satrida.

Bagi Satrida, tak ada urgennya memaksa salah satu perangkat RT di wilayhnya apalagi sampai memberikan uang Rp 5 juta seperti yang disebutkan untuk menandatangani surat sporadik dalam soal lahan agar persoalan itu selesai secepatnya.

Ketua RW 02 Kampung Jeropet Roamdi yang kebetulan ada di lokasi ikut memberikan tanggapan soal isu sogok sogokan. Dia merasa terusik namanya ada dalam isu lahan di kampung Jeropet RT 04 apalagi sampai dikaitkan kaitkan dia sebagai perantara. "Itu saya sudah tanya sama yang sebar isu itu, dia buat buat isu yang tak beres, itu tak benar,"kata dia dengan nada meninggi.

Duduk persoalan lahan yang sedang dibicarakan itu adalah begini.

Ada pemilik lahan bernama Wiliana. Lahannya dia kala itu sedang ada masalah dengan penggarap yang sudah bertahun tahun mengelola di situ. Perangkat RW kata dia sudah dudukan berkali kali problem itu dengan cara kekeluargaan dengan asas saling menghargai. "Kami terima duitnya pun tidak, kok kami malah disebut nyogok, itu bohong itu. Makanya saya siap, orang yang sebar isu itu mana, panggil orang itu, saya tahu dia kok,"kata dia lagi dengan nada meninggi.

Narsito, ketua RT 04 yang namanya disebut sebut telah disogok dengan duit Rp 5 juta oleh camat melalui Romadi sang ketua RW agar tandatangan surat sporadis bahkan sudah minta maaf atas kabar yang tidak benar.

"Pak RT sudah minta maaf atas isu itu. Dia merasa juga difitnah. Jadi gak usahlah ditanggapi isu ini, saya pun seribu perak gak terima juga, gak ada. Karena lahan itu bermasalah, karena kemarin kan sudah dua kali saya dudukan, jadi sudahlah,"kata dia. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved