Kamis, 30 April 2026

Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Begini Kondisi si kecil Kinara, Satu-satunya yang Selamat Dalam Pembantaian Satu Keluarga

Kepala Subbagian Humas RSUP H Adam Malik, Mashadat Ginting, melakui stafnya, Khairul, mengatakan bahwa Kinara baru saja menjalani operasi

Tayang:
Tribun Medan/Nanda
Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung saat menjenguk Kinara di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Selasa (11/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan  Royandi Hutasoit

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - "Keluarga Kinara, segera memasuki ruang bedah," terdengar suara staf Ruang Bedah RSUP Adam Malik memanggil keluarga Kinara yang menunggu di lorong bedah RSUP Adam Malik, Rabu (12/4/2017)

Bocah berusia empat tahun ini adalah satu-satunya korban selamat dari peristiwa pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, Medan Deli, Minggu (9/4/) dinihari lalu.

Mendengar panggilan tersebut, seorang keluarga Kinara yang mengenakan pakaian berwarna merah jambu dan celana hitam bercorak hitam, memasuki ruang bedah.

Polisi berpakaian sipil juga terlihat berjaga di luar ruang bedah RSUP Adam Malik.

Kepala Subbagian Humas RSUP H Adam Malik, Mashadat Ginting, melakui stafnya, Khairul, mengatakan bahwa Kinara baru saja menjalani operasi dan saat ini berada di ruang isolasi.

"Anak itu sehat. Baru saja menjalani operasi. Masih di ruang pemulihan. Belum kami pindahkan ke ruangan perawatan karena masih harus diamati dahulu perkembanganya. Kalau sudah oke, baru dipindahkan ke ruang perawatan," ujarnya.

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mencium K, balita berusia 4 t yang selamat dari pembunuhan sekeluarga di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (10/4/2017). (Tribun Medan/Jefri Susetio)
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mencium K, balita berusia 4 t yang selamat dari pembunuhan sekeluarga di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (10/4/2017). (Tribun Medan/Jefri Susetio)

Khairul menambahkan, demi keamanan dan karena belum diperbolehkan dokter, saat ini hanya keluarga yang masih boleh membesuk Kinara

Sebelumnya diberitakan, Kinara adalah korban selamat dalam pembunuhan satu keluarga yang dilakukan oleh Andi Lala (34).

Pembunuhan tersebut mengakibatkan kedua orangtua Kinara, dua kakak dan neneknya tewas.

Kinara lolos dari maut meski sempat kritis dan menderita luka-luka di sekujur tubuhnya.

Kinara sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, namun  pada Selasa (11/4/2017) dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik untuk operasi.

Ocha Dorothy dari pihak RSUP H Adam Malik yang dikonfirmasi mengatakan, pasien korban kasus pembunuhan satu keluarga di Mabar menjalani perawatan sejak masuk kemarin sore.

"Tapi mohon maaf, karena alasan keamanan, saat ini pasien belum dapat diliput. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian," kata Ocha, Rabu (12/4/2017) sore.

Ocha mengatakan, pemindahan ke RSUP H Adam Malik Medan harus dilakukan kerena pasien memerlukan tindakan medis yang lebih intensif.

"Saat ini pasien sedang menjalani operasi di bagian kepalanya sejak pukul 08.00 WIB tadi," katanya.

Kinara, balita usia dua tahun ini satu-satunya korban selamat pembunuhan tapi wajahnya lebam. Kedua orangtuanya, kedua kakaknya, dan satu neneknya tewas dibunuh di rumahnya di Jalan Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4/2017).
Kinara, balita usia dua tahun ini satu-satunya korban selamat pembunuhan tapi wajahnya lebam. Kedua orangtuanya, kedua kakaknya, dan satu neneknya tewas dibunuh di rumahnya di Jalan Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4/2017). (TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS)

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Ginting membenarkan Kinara dirujuk ke RS H Adam Malik.

"Hari ini dioperasi kepalanya. Kenapa di RSUP H Adam Malik? Karena Rumkit Bhayangkara tidak memiliki ruang ICU untuk anak. Mohon doanya ya," kata Rina.

Dia tidak menjabarkan secara detail kondisi kepala korban sampai harus dioperasi.

"Kata dokter, diduga ada cairan di kepalanya sehingga perlu dioperasi," tambahnya singkat.

Kinara mendapat simpati publik sejak kejadian ini. 

Bahkan, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut ikut menjenguk bocah malang yang kini tinggal sebatang kara itu, karena ayah, ibu serta dua kakaknya dibantai oleh kelompok Andi Lala.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved