Operasi Sapu Bersih Pungli

Kapolres Ungkap Modus Setoran Pungli KSOP Pinang, Ada Operator Kapal Setor Rp 12 Juta per Bulan

Kapolres ungkap modus setoran pungli KSOP Tanjungpinang, ada operator kapal per bulan setor Rp 12 juta. Ini detailnya!

Tribun Batam/Wahib Wafa
Ilustrasi. Herbert Simamora (tengah), tersangka pungli KSOP Pelabuhan Sri Bintan Pura, digiring ke Polres Tanjungpinang, Senin (1/5/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko menerangkan bahwa nominal pungli dari masing-masing agen berbeda. Adapun yang menyetor pertiap bulanya seperti kapal Oceana.

Untuk kapal-kapal lain seperti Marina, Seven Star, VOC dan beberapa kapal lainya menyetor sesuai jumlah penumpang. Jika penumpang tengah membludak atau pada hari-hari besar terjadi kepadatan penumpang, setoran akan lebih banyak.

Baca: Heboh! Tergiur Wanita Cantik di Facebook, Polisi di Medan Ini Hilang Mobil Innova dan Senpinya!

Baca: Mengejutkan! Inilah Sifat Seseorang Berdasarkan Golongan Darahnya. Anda Yang Mana?

Baca: Edan! Sepasang Pelajar SMP Digerebek Lagi Begituan, Si Cewek Bikin Satpol Geleng-geleng Kepala!

Barang bukti uang Rp 2,6 juta dengan perincian Rp 800 ribu diantaranya hasil penyetoran dari kapal VOC tujuan Anambas.

Saat itu diketahui kapal sudah berangkat dan menyetorkan uang melalui operator kapal. ‎

Rata-rata kapal VOC memberikan Rp 400-450 ribu. Dari Rp 2,6 juta tersebut, diantaranya dari kapal VOC, Marina Oceana, Sevenstar dan Nusantara 59.

‎"Ada juga yang memberikan bulanan seperti kapal Oceana. Dia memberikan ‎setiap satu kali trip pemberangkatan kapal ‎membayar Rp 9000. Sementara kapalnya yang beroperasi ada 9. Nah satu kapal sehari itu 5 trip beroperasi. Jadi Oceana ini dalam sebulan menyetorkan ke Syahbandar sebanyak Rp 12 juta lebih," ungkapnya.

Ia masih mengembangkan kepada armada kapal lain yang dimintai setoran. Termasuk kapal Tol Laut. Pihaknya pun belum mengarah kepada penyetoran dana tersebut setelah diterima oleh kepala Pos Syahbandar. Bukti yang masih dimiliki yakni rekapan setoran dari pihak agen ke Syahbandar. Sementaraa rekapan keluar dari syahbandar setelah menerima ke yang lain belum ditemukan.

"Bukti kita baru rekapan masuk dari agen. Kalau bukti rekapan keluar setelah diterima syahbandar belum kita temukan. Kita sedang mengarah kesitu. Termasuk buku tabungan tersangka Sutoyo juga belum bisa kita pastikan ada sirkulasi ke pihak lain. Namun dari transaksi keuangan di Tabungan Sutoyo, terakhir pada bulan Februari ada transaksi. Tapi buku tabungan itu," tambahnya. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Rabu (3/5/2017)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved