Penjelasan BMKG Mengenai Bencana Angin Puting Beliung di Tanjungriau
BMKG Hang Nadim belum bisa memastikan, apakah yang terjadi di Tanjungriau.itu angin puting beliung atau fenomena angin kencang.
Laporan, Leo Halawa
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Fenomena bencana angin puting beliung yang terjadi di Kelurahan Tanjungriau, Sekupang,Batam, Senin (1/5/2017) memang sudah diprediksi oleh Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Hang Nadim Batam, sebelumnya.
Hanya saja, BMKG memang tidak bisa memprediksi, wilayah mana yang akan dilanda angin puting beliung karena tergantung pergerakan angin.
Menurut prakirawan cuaca BMKG Hang Nadim Pande Made Roni Kurniawan mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan, apakah yang terjadi di Tanjungriau.itu angin puting beliung atau fenomena angin kencang.
“Karena radar kami memang belum sampai memonitor sampai ke sana,” jelas Roni di ruang kerjnya.
Baca: BMKG: Kepri Masih Hujan, Wilayah Perairan Diperkirakan Banyak Puting Beliung
Kedua fenomena alam ini sama membahayakannya dan sama-sama berpotensi di wilayah Kepri saat ini.
Baca: BREAKINGNEWS. Angin Puting Beliung Hantam Rumah Pelantar di Tanjungriau. Ini Kondisinya
Baca: Puting Beliung Hantam 32 Rumah di Tanjungriau, Kerugian Capai Rp 700 Juta
Kata Roni, secara umum, penyebab terjadinya angin puting beliung disebabkan oleh pertemuan udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah angin puting beliung.
"Selain itu juga karena dalam awan, terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan," ujarnya.
Sedangkan angin kencang terjadinya sirkulasi pusaran angin akibat pusat tekanan rendah.
Kedua, adanya aliran atau dorongan massa udara dingin dan kering dari berbagai arah.
Ketiga, massa udara basah diindikasikan oleh tingginya kelembaban udara (70-80 persen), baik pada ketinggian 1.500 m, 3.000 m, maupun 5.000 m yang terkonsentrasi di sejumlah wilayah.
Meski begitu, fenomena alam ini kata Roni datang tanpa tanda-tanda signifikan terlebih dahulu. Kendati, ia menghimbau, agar masyatakat hati-hati jika melihat awan tebal menjulang tinggi. "Apa lagi masyarakat kita yang memiliki aktivitas di perairan dan udara," katanya.
Roni menjelaskan, secara umum, kondisi cuaca pada Selasa (2/5) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (3/5) pada jam masih sama dengan hari-hari sebelumnya.
Adanya perlambatan angin serta tingginya kelembapan udara di wilayah Kepulauan Riau cukup mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
Sehingga cuaca di Kepri esok hari diprakirakan umumnya berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi ini masih kondusif untuk akivitas transportasi darat, laut dan udara namun dihimbau agar tetap berhati-hati terhadap hujan lebat tiba-tiba.
Warga juga diminta mewaspadai penurunan jarak pandang mendatar, angin kencang dan kenaikan tinggi gelombang laut yang dapat diakibatkan olah awan cumulonimbus yang hitam pekat dan menjulang tinggi serta arus laut yang kuat di seluruh wilayah perairan Kepulauan Riau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/angin-puting-beliung_20170501_135424.jpg)