Selasa, 28 April 2026

Motion

Komunitas Pencinta Alam Lingga, Cintai Hutan Layaknya Belahan Jiwa

Sejumlah kegiatan sudah dilakukan KePAL untuk menjaga hutan yang ada di Kabupaten Lingga, mulai dari penaman pohon, konservasi dan pendataan pohon.

TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN

HUTAN memang harus dilindungi dan dijaga kelestariannya. Tanpa hutan yang lestari, kehidupan manusia terancam karena hutanlah penyumbang oksigen dan pencegah dampak pemanasan global atau global warming.

Pentingnya melestarikan hutan, menjadi satu motivasi bagi sekumpulan anak muda di Kabupaten Lingga membentuk  (KePAL) sejak 2014 silam.

Para anggota KePAL, selama ini rajin menyuarakan dan melakukan gerakan untuk menyadarkan masyarakat agar menjaga kelestarian alam, tidak terkecuali hutan.

"Secara umum, Kepri, khususnya Kabupaten Lingga adalah salah satu daerah yang masih memiliki hutan yang luas dan alami, jadi ini perlu dijaga dan dilestarikan," kata Sucipto, Ketua KePAL kepada Tribun Batam, belum lama ini.

Sejumlah kegiatan sudah dilakukan KePAL untuk menjaga hutan yang ada di Kabupaten Lingga, mulai dari penaman pohon, konservasi dan pendataan pohon yang ada di hutan.

Kegiatan cinta kepada alam juga diwujudkan dengan pendakian Gunung Daik yang menjadi ikon wisata Lingga. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 800 meter dari permukaan laut.

Selama ini KePAL Lingga, sudah melakukan pendakian gunung dan menjelajah hutan yang ada di kabupaten Lingga, di antaranya : Hutan Desa Serteh, Hutan Desa Mentuda, Hutan Gunung Sepencan dan sudah beberapa kali mendaki Gunung Daik.

"Kalau kita mendaki Gunung Daik dan Gunung Sepincan, kita tidak pernah membuang sampah sembarangan apalagi sampah plastic. Kita selalu membawa pulang sampahnya,"kata Sucipto lagi.

Untuk menjaga kelestarian alam, sesungguhnya tidak memerlukan biaya apapun. Yang perlu dilakukannya hanyalah tidak merusak pohon yang ada, apalagi sampai menebangnya. Juga tidak meninggalkan sampah apapun, kecuali sampah organik.

Sucipto menambahkan, bersahabat dengan hutan adalah hal yang menyenangkan karena hutan adalah tempat sejuk.

Iksan Paino, anggota KePAL menambahkan, satu bukti kegiatan pelestarian alam yang telah dilakukan pihaknya adalah menanam pohon di sepanjang jalan menuju puncak Gunung Daik Lingga.

"Kita pernah menanam pohon di pertengahan perjalanan menuju puncak Gunung Daik Lingga. Pohon yang kami tanam ada puluhan jeni. Kami juga menanam pohon buah-buahan seperti durian, nangka, rambutan, dan cempedak,"kata Iksan. (*)

Lelah tapi Menyenangkan

MENDAKI gunung dan menelusuri hutan merupakan satu bentuk refreshing yang menyenangkan bagi anggota KePAL. Hal ini diungkapkan Sucipto, selaku ketua komunitas tersebut.

Ia mengaku, pengalamanya setiap kali mendaki gunung dan berkelana di dalam hutan mengajarkan cara bertahan hidup atau surviving yang sangat berguna. Perjalanan tersebut juga mengajakarkan rasa bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved