Heboh! Tertipu Beli Rumah, Ning Dapat Rezeki Rp 300 Juta dari Minuman Kemasan

Heboh! Tertipu Beli Rumah, Ning Dapat Rezeki Rp 300 Juta dari Minuman Kemasan. Begini kejadiannya!

Sri Handy Lestari Surya
Ning Prihatin, baju putih, saat menerima hadiah uang tunai Rp 300 juta dari minuman Ichitan, Rabu 10 Mei 2017 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Isak tangis Ning Prihatin pecah ketika didatangi dari tim Ichitan Indonesia, Rabu (10/5/2017).

Dia tidak percaya kalau tutup botol minuman yang dia buka dan ada tulisan Rp 300 juta benar-benar didapatnya.

Baca: ‎BREAKINGNEWS: Bocah Usia 5 Tahun Hilang Terseret Arus Parit Perumahan Mahkota Alam Raya!

Baca: Terungkap! Kisah 5 Pedangdut Koplo Jadi Artis Termahal, Pernah Dibayar Rp 100 Ribu per 12 Jam

"Jadi benar uangnya jadi milik saya. Mau saya pakai bayar hutang dan nabung buat beli rumah," ungkap Ning sambil terisak.

Warga Jl Margorejo Gang Makam itu, kemudian bercerita, bila minggu yang lalu, dirinya sempat berkhayal mendapatkan uang jatuh.

Karena piutang kepada saudara-saudaranya yang sudah bertahun-tahun belum juga selesai dicicil.

"Apalagi saat itu anak saya yang pertama Dzeko sedang demam. Dia pernah demam dan kejang di usia dua tahun, sehingga ketika dia demam, saya kepikiran dan takut kejang lagi," ungkap Ning, yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga tersebut.

Kalau kejangnya kambuh, tentu biaya berobat akan lebih mahal. Karena harus ke dokter spesialis anak. Namun di hari itu, Ning hanya membawa Dzeko ke bidan.

Setelah mendapat obat, Dzeko yang kini berusia 4 tahun dan sudah memiliki adik laki-laki berusia tiga bulan inipun minta jalan-jalan.

"Akhirnya saya ajak jalan-jalan ke Alfamidi. Beli minuman Ichitan dua botol, terus pulang."

"Sampai di rumah, satu botol habis diminum dan di tutupnya tidak ada tulisan apa-apa. Baru yang kedua, saat saya buka, di balik tutupnya ada tulisan itu," cerita istri Hamid, pegawai honorer di UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Jatim itu.

Dua kali Ning memandangi tutup botol itu dan kemudian menanyakan ke adik lelakinya, yang tinggal serumah.

Juga dengan ibu kandungnya, yang sehari-hari menjadi pedagang jamu keliling kampung naik sepeda angin.

"Sama adik dan ibu, saya diminta telepon ke nomor seperti petunjuk di botol. Saya ikuti, dan coba sampai empat kali dalam empat hari berturut-turut saya hubungi nomor itu tidak bisa. Baru hari kelima, bisa, kemudian diberi nomor atas nama Pak
Edwin, saya hubungi tidak bisa, selanjutnya Pak Edwin mengunjungi balik," cerita Ning.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved