Rabu, 27 Mei 2026

Diduga Siksa 20 Pembantu, Delapan Putri Penguasa Uni Emirat Arab Diadili di Belgia

Para putri keluarga Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahyan, yang berkuasa di Uni Emirat Arab membawa 20 pembantu yang mengaku diperlakukan seperti budak.

Tayang:
kompas.com/TOTO SIHONO
Ilustrasi 

Kasus ini dibawa ke pengadilan pada Kamis dan tim pengacara terdakwa memberikan pembelaan pada Jumat pagi (12/5/2017).

Kasus ini terungkap ketika salah seorang pembantu melarikan diri dari hotel dan mengatakan kepada televisi Belgia bahwa para pembantu putri keluarga al-Nahyan disekap di kamar-kamar hotel yang dijaga pengawal pribadi dan dilarang keluar sama sekali.

Mereka harus senantiasa siap melayani perintah selama 24 jam sehari, tidur di lantai di kamar-kamar para putri dan dipaksa mengonsumsi makanan sisa.

Salah seorang di antara mereka yang mengajukan gugatan diduga tidak diberi makanan dan air selama tiga hari.

Selain perlakuan tidak manusiawi, putri-putri Uni Emirat Arab itu juga dituduh tidak  mencarikan visa dan izin kerja untuk pembantu-pembantu mereka.

Para putri ini juga dituduh tidak membayar gaji para pembantu.

Tim kuasa terdakwa melakukan sejumlah perlawanan sehingga kasus ini baru sampai tahap persidangan sembilan tahun setelah kejadian perkara.

Mereka, antara lain, mempertanyakan apakah polisi mempunyai mandat sah untuk memasuki kamar hotel para putri. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved